Tak Hafal Sila-sila Pancasila Berbuntut Pengunduran Diri Ketua DPRD Lumajang

- 13 September 2022, 15:54 WIB
Buntut tak hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin menyatakan mundur dari jabatan saat rapat paripurna di DPRD Lumajang pada Senin, 12 September 2022.
Buntut tak hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin menyatakan mundur dari jabatan saat rapat paripurna di DPRD Lumajang pada Senin, 12 September 2022. /Foto: Antara/HO-Pemkab Lumajang

 

PIKIRAN RAKYAT - Video viral Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak hafal (salah) mengucapkan isi sila keempat dari Pancasila dalam forum kegiatan Himpunan Mahasiswa Islam, berbuntut pengunduran diri sang wakil rakyat tersebut.

Kejadian 12 September lalu itu, pada dasarnya merupakan hal yang manusiawi menimbang terjadi di hadapan peserta yang terbilang cukup banyak, maka rasa gugup (nervous, speaking anxiety) merupakan keniscayaan dalam sebuah teori public speaking.

Tambahan pula, peristiwa ini, bukanlah merupakan yang pertama dan satu-satunya yang pernah terjadi di Tanah Air.

Kita tentu masih mengingat bagaimana seorang finalis Putri Indonesia (2020) salah mengucapkan teks Pancasila saat menjawab pertanyaan dari juri tamu ataupun calon hakim Mahkamah Konstitusi yang tidak dapat mengingat dengan baik Pancasila pada uji seleksi (fit and proper test) di DPR-RI (2013).

Baca Juga: Cek Fakta: Anies Baswedan Lengser dari Kursi Gubernur Sebelum Masa Jabatan Berakhir

Hasil survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) 10-17 Mei 2022 dengan total responden sebanyak 1220 orang tentang “Sikap Terhadap Pancasila dalam Rangka Konsolidasi Sistem Politik Indonesia” memperkuat fenomena di atas.

Disimpulan 64.6 persen masyarakat Indonesia mengetahui seluruh sila Pancasila. Namun hanya 10.2 persen yang dapat secara tepat menyebutkan keempat sila; 5.1 persen tiga sila; 3.9 persen dua sila dan satu sila Pancasila.

Sila pertama Pancasila menjadi isi sila terbanyak yang dapat disebutkan secara tepat dan diingat responden (86.2 persen), diikuti sila ketiga 78.3 persen, dan sila keempat menjadi yang terendah yang dapat diingat oleh peserta survey yakni 72.5 persen.

Baca Juga: Demo Kembali Padati Jakarta Pusat, Ini Daftar Arus Lalu Lintas yang Dialihkan

Faktor konsentrasi, spontanitas, dan berbagai 'turunan' lainnya, dapat pula menjadi faktor penghambat di dalam kesempatan seorang komunikator menyampaikan pesannya kepada komunikan.

Halaman:

Editor: Nopsi Marga


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network