Planet Bumi adalah Ladang Ranjau Patogen

- 31 Mei 2022, 08:20 WIB
Ilustrasi virus.
Ilustrasi virus. /Pixabay/Alexandra_Koch

PIKIRAN RAKYAT - Dunia belum selesai mengendalikan pandemi Covid 19. Tiba-tiba dikejutkan temuan kasus hepatitis misterius. Kasusnya mendadak muncul dan menyebar ke beberapa negara. Para ahli belum beres mengidentifikasi penyebabnya. Muncul lagi penyakit lama yaitu cacar monyet (monkeypox).

Planet bumi ini tak ubahnya seperti ladang ranjau. Ranjau itu isinya bukan bahan peledak. Tetapi isinya zat aktif penyebab penyakit atau patogen.

Dalam dunia akademik mikroorganisme penyebab penyakit disebut patogen. Mahluk mikro itu adalah virus, bakteri, jamur, protozoa, cacing dan kutu. Virus Corona, bakteri mycobacterium tuberculosis, human immunodeficiency virus (HIV), virus hepatitis adalah deretan patogen yang cukup populer di masyarakat.

Dua tahun yang lalu kasus Covid awalnya ditemukan di provinsi Wuhan Tiongkok. Sampai awal Mei 2022 sudah menyebar ke 229 negara.

Baca Juga: 21 Negara Diserang Virus Cacar Monyet hingga Total Kasus Naik Lima Kali Lipat, Berikut Daftarnya

Sepuluh negara dengan kasus tertinggi yaitu Amerika, India, Brazil, Perancis, Jerman, Inggris, Rusia, Korea Selatan, Italia dan Turki. Indonesia berada di urutan ke-19 di atas Malaysia dan Thailand. Sudah lebih dari 500 juta orang di dunia terinfeksi. Penduduk Indonesia yang pernah positif Covid mencapai 6 juta lebih.

Lalu bagaimana dengan hepatitis misterius? Meski penyebarannya belum seluas virus Corona. Tetapi penyebutan misterius dibelakang hepatitis ini yang menarik perhatian.

Disebut misterius karena para ahli belum bisa menyimpulkan secara tepat apa penyebabnya.
Konon dari hasil riset awal tentang hepatitis misterius. Pada tubuh penderita ditemukan Adenovirus. Disebut sebagai Adenovirus karena virus ini biasa menempel di adenoids atau amandel.

Organ yang diserang Adenovirus adalah mata, saluran pernafasan dan pencernaan. Tipe 41 Adenovirus diduga menjadi penyebab hepatitis misterius. Tetapi tetap masih menyimpan misteri.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network