Rabu, 27 Mei 2020

Bemo, Pernah Merajai Jalanan Kota Bandung

- 23 Mei 2020, 11:27 WIB
Ilustrasi - MIDGET MPA atau bemo di Indonesia, produksi tahun 1950-an.* /ERWIN KUSTIMAN/PR

AKHIR April tahun 1965, untuk pertama kalinya saya berkunjung ke Kota Bandung bersama keluarga, karena kakak pertama akan menikah di kota ini.

Pada tahun itu, saya sudah berumur tujuh tahun, sehingga berapa pengalaman selama di Bandung masih menjadi kenangan, seperti pengalaman naik bemo.

Kendaraan dengan bentuknya yang unik ini tidak ada di desa kami. Demikian juga lampu lalulintas yang digantung di setiap perempatan jalan, dengan tiga warna yang berjalan otomasis. Kendaraan berhenti ketika lampu merah menyala, dan berjalan kembali ketika lampu hijau menyala.

Baca Juga: Jemaah Syattariyah Rayakan Idulfitri 23 Mei 2020, Salat Id Diikuti Ribuan Orang

Lampu lalulintas yang digantung dengan kawat baja ini, tak ada di desa kami di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada tahun itu, karena jumlah kendaraan di sana hanya beberapa saja selama seharinya. Paling truk milik Ugin yang setiap hari ada di sana. Tidak setiap hari, truk tangki minyaktanah dan truk yang mengangkut belanjaan dari Garut.  

Ke Bandung lagi tahun 1974 untuk sekolah. Bemo, becak motor itu masih ada. Suaranya masih seperti tahun 1965, hanya asapnya yang lebih tebal.

Penumpangnya tujuh orang, satu orang di depan, dan enam orang di belakang, berhadapan, lutut bisa beradu dengan penumpang di depannya. Supir bemo itu mau enak sendiri, bila ada lubang di jalan, sopir akan menghindar dari lubang itu, sehingga ban depan tidak masuk ke lubang. Nahas bagi ban belakang dan penumpangnya.

Baca Juga: Persib dalam Sejarah: Debut Firman Utina jadi Kapten Maung Bandung 

Keinginan dari Bung Karno untuk mengganti becak di Jakarta sebagai ibu kota Negara RI sudah ada sejak lama.

Dipicu lagi pada saat Jeans Simmon, artis film Ivanhu, yang menyatakan keinginannya kepada Bung Karno, untuk naik becak di Jakarta, pada saat Bung Karno sebagai kepala Negara berkunjung ke Amerika Serikat tahun 1956.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Maut dan Bersin

14 Mei 2020, 09:12 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X