Orang-Orang Miskin Baru Yang Menikmati Sepak Bola

- 17 Mei 2020, 06:00 WIB
ILUSTRASI virus corona, COVID-19.* /PIXABAY

Lingkaran ekslusivitas seperti tiket mahal, TV langganan berbayar hingga merchandise premium akan mengalami penyesuaian gaya pemasaran baru, karena meskipun fans loyal berkocek tebal tetap ada namun merosotnya keadaan ekonomi fans mayoritas tentu akan memberi dampak.

Mungkin inilah benang merah ketika kita bicara kelas ekonomi baru yang terdegradasi dengan apa yang diucapkan oleh presiden FIFA, Gianni Infantino, bahwa wajah sepak bola takkan pernah lagi sama setelah wabah corona, sepak bola akan lebih merakyat dan suportif.***

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Rusdi Telah Kembali

2 Juli 2020, 06:00 WIB

Jokowi Gusar, Siapa Tergusur?

30 Juni 2020, 09:36 WIB

Kesetiaan Suporter Sepak Bola

28 Juni 2020, 12:59 WIB

Orang ITB dalam Fiksi Sunda

25 Juni 2020, 06:38 WIB

Mengapa Menolak RUU HIP ?

23 Juni 2020, 10:25 WIB

Profesi Hukum di dunia Sepak Bola

21 Juni 2020, 06:41 WIB

Pak Amir dari Cikapundung

18 Juni 2020, 06:46 WIB

Corona dan Oligarki Pilkada

16 Juni 2020, 05:06 WIB

Corona dan Anggaran Dinas

14 Juni 2020, 07:29 WIB

Karena Takut

11 Juni 2020, 09:34 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X