Rabu, 27 Mei 2020

Hegemoni dan Diplomasi ala Drama Korea

- 3 Mei 2020, 03:17 WIB
ILUSTRASI. Salah satu adegan di Drama Korea Romantic Doctor Kim.* /DOK. SOOMPI

TEORI dan pemikiran Antonio Gramsci bisa dikatakan paling populer jika kita ingin membahas tentang dahsyatnya hegemoni.

Yang dalam konteks kekinian tak hanya terbatas ideologi dan konsep filosofis saja namun juga tentang selera dan gaya hidup.

Jika dulu media konvensional semacam televisi, radio dan koran dianggap paling ideal sebagai alat hegemoni, maka hari ini media lebih beragam.

Baca Juga: Ilmuwan Tentara AS Kembangkan Alat Tes Baru, Klaim Bisa Deteksi COVID-19 dalam 24 Jam

Tanpa perlu bersusah payah berstrategi justru corong hegemoni dicari oleh masyarakat, era digital mampu memberi banyak pilihan. Salah satu cara jenius yang sangat halus namun jitu untuk menanamkan hegemoni adalah melalui tayangan drama Korea.

Menggiring Selera dan Logika

Pembeda penting yang ditawarkan Gramsci dari pemikir lainnya adalah ketika kultur turut disebut selain politik dan ideologi, gagasan penting yang bisa dikatakan futuristik jika kita melihat fenomena hari ini.

Karena bicara komunis, sosialis, fasis, liberal tentu semakin tak relevan dalam konteks yang kaku dan ansich.

Kini semua hal terasa begitu global dan dinamis tak terkecuali selera dan pilihan gaya hidup.

Baca Juga: Tuai Kritik, Tasikmalaya Malah Anggarkan Rp3,9 M untuk Idulfitri Termasuk Pengadaan Sarung

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Maut dan Bersin

14 Mei 2020, 09:12 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Ringtimes Banyuwangi

Sajadah

27 Mei 2020, 14:00 WIB
X