Rabu, 27 Mei 2020

Cinta Sembako

- 30 April 2020, 06:21 WIB
ILUSTRASI sembilan bahan pokok (sembako).* /DOK. PR

 

MOHON ampun, saya membalikkan judul lagu dangdut yang pernah dipopulerkan oleh Thomas Djorghi. Dalam lagu “Sembako Cinta” istilah sembako dijadikan kiasan buat syarat mutlak terjalinnya kemesraan. Dalam tulisan saya yang sepele ini istilah yang sama dikembalikan ke dalam artinya yang harfiah. Semoga para pencinta dangdut sudi memaafkan kelancangan saya. 

Popularitas istilah sembako menempuh jalur transformasi seperti yang ditempuh oleh istilah bandara. Sebagaimana bandara, yang tadinya merupakan akronim buat “bandar udara”, sembako mulanya merupakan akronim buat “sembilan bahan kebutuhan pokok”. Lama-kelamaan akronim ini jadi istilah mandiri.

Baca Juga: 5 Makanan Terbaik untuk Mengontrol Diabetes, Salah Satunya Telur

Sekarang jarang kita dengar orang menyebut Djuanda atau Soekarno-Hatta sebagai bandar udara. Orang terbiasa menyebutnya bandara saja. Begitu pula dengan sembako. Ketimbang memerinci sembilan bahan pangan pokok, penutur bahasa Indonesia terbiasa melafalkan sembako saja.

Alhasil, “paket sembako” yang dibagikan oleh para dermawan dan pejabat pemerintah belum tentu terdiri atas sembilan jenis dan belum tentu semuanya tergolong makanan pokok. Pokoknya, ya, sembako

Kalau Anda kurang yakin, buka saja A Comprehensive Indonesian-English Dictionary (2010) susunan Alan M. Stevens dan A. Ed. Schmidgall-Tellings. Di situ istilah sembako diterangkan sebagai “the nine basic necessities/commodities”. Yang lucu adalah rinciannya. Ini dia: “salt, granulated sugar, salted fish, cooking oil, kerosene, laundry soap, rough textiles, batik to wear, and soap”

Baca Juga: Terlilit Pinjaman Online, Anak Kos di Dago Gadai Mobil dan Aniaya Dua Nenek Pemilik Rumah

Coba perhatikan baik-baik. Di antara sembilan komoditas pokok yang disebutkan dalam kamus itu tidak ada beras atau jagung atau sagu. Yang ada malah “sabun cuci” (laundry soap), “kain kasar” (rough textiles), dan “batik”. Allah Karim. Apa rakyat Indonesia suka makan sabun? Buat apa pula kain batik kalau beras tidak ada? 

Dalam masalah sembako saya akhirnya berpaling kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI istilah sembako diterangkan sebagai “sembilan bahan pokok (sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat menurut keputusan Menteri Industri dan Perdagangan pada 1998)”. Memang tidak diperinci apa saja, tapi rujukannya jelas, yakni keputusan menteri. 

Baca Juga: Aturan Lockdown Dilonggarkan, Volvo Eropa Siap Buka Pabriknya Kembali

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Maut dan Bersin

14 Mei 2020, 09:12 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X