Rabu, 27 Mei 2020

Operator Liga Bukanlah Badan Publik

- 26 April 2020, 06:54 WIB
Logo PT LIB.* /PT LIB

PIKIRAN RAKYAT - Sudah lazim jika segala sesuatu di negeri ini akan berkelindan dengan yang namanya “kebablasan”, tak terkecuali persepsi dan pemahaman publik terkait suatu hal, walaupun tujuannya baik.

Beberapa waktu terakhir jagad sepak bola nasional dibuat gaduh dengan dugaan nepotisme yang terjadi di tubuh PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB),selaku operator Liga 1 dan Liga 2.

Pasalnya Cucu Sumantri-direktur utama PT. LIB sekaligus waketum PSSI diduga menunjuk anaknya sendiri untuk menduduki jabatan strategis di PT. LIB, publik mencibir dan mengaitkan budaya nepotisme ini tak ubahnya apa yang terjadi di tubuh PSSI ketika Ketua Umum PSSI mengangkat adik iparnya menjadi wakil sekjen PSSI.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Kabar Duka dari Ahmad Dhani hingga Kejamnya Adik Kim Jong-un

Kritikan publik terhadap PT. LIB akhirnya menjadi kebablasan ketika netizen menghendaki segala sesuatu yang dilakukan operator Liga tersebut haruslah transparan dan tak mengambil kebijakan berorientasi elit semata. Rupanya banyak netizen menganggap PT. LIB itu sama saja dengan PSSI yang memiliki beban moral terhadap ekspektasi masyarakat banyak, padahal tidak demikian adanya.

Kebebasan Terbatas

Walaupun secara yuridis PSSI adalah badan hukum privat namun PSSI menanggung konsekuensi sebagai badan publik sebagai akibat dari aliran uang negara yang mereka terima dalam menjalankan kegiatan, tak peduli jumlahnya namun mereka wajib transparan dan terbuka terkait segala hal yang termasuk informasi publik.

Keterkaitan PSSI sebagai domain publik bisa ditelusuri juga secara historis, tentang PSSI sebagai alat perjuangan, kemudian PSSI yang didirikan oleh klub-klub sepak bola dari berbagai daerah, PSSI yang rutin mendapatkan alokasi APBN dan juga APBD untuk PSSI asprov, dan banyak hal rutin lainnya yang terkait dengan domain publik dalam hal memutar kompetisi sepak bola di tanah air.

Baca Juga: PRAKIRAAN CUACA HARI INI: 26 April 2020, Bandung Berpotensi Hujan Ringan pada Malam Hari

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Maut dan Bersin

14 Mei 2020, 09:12 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X