Kamis, 28 Mei 2020

Pangampaan, Pabrik Minyak Keletik

- 4 April 2020, 08:55 WIB
/

PIKIRAN RAKYAT - Di Desa Pameungpeuk, Kabupaten Garut, yang jaraknya 152 km dari Kota Bandung, sampai tahun 1969, desa ini benar-benar mandiri. Semua barang yang bisa dihasilkan sendiri dibuat sendiri oleh warganya.

Warga desa ada yang mengambil peran bertani di sawah dan di kebun. Ada yang menanam kelapa di talun kelapa, bambu, dan kayu. Ada yang menanam ikan di kolam, dan menjala ikan di sungai atau laut. 

Ada warga desa yang mempunyai keahlian membuat perhiasan emas di sebelah barat kaum. Ada paledang di Cikoneng, dekat pekuburan, yang membuat perabotan rumah tangga dengan cara ditempa.

Baca Juga: Hukuman Mati, Bagi Pelaku Korupsi PJB saat Kondisi Bencana seperti COVID-19

Ada pandai besi di Segleng dan di Cikoneng, yang membuat perkakas pertanian, pisau, dan golok. Ada tukang patri sekaligus pembuat perkakas rumah-tangga yang tidak ditempa, seperti ember kaleng. Ada yang membuat perlengkapan rumah tangga dari anyaman bambu, dan ada yang mengolah kelapa menjadi minyak keletik atau minyak kelapa.

Warga desa berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri, kecuali bahan yang memang warga desa tidak bisa memenuhinya, seperti garam, terasi, minyak tanah, dan ikan asin. 

Namun keadaan berbalik pada tahun 1970-an. Badai hasil-hasil pabrik mulai masuk desa. Mulai dari sampo sampai barang-barang rumah tangga dari plastik menyerbu desa. Pembuat anyaman, pembuat perhiasan, pandai besi, paledang, panjunan, semua kehilangan pelanggan. Yang mempunyai keahlian itu terkikis habis. Bahwa warga desa itu pernah mandiri, terlihat dari nama-nama geografi yang tersebar di berbagai daerah, seperti Pangampaan, Kamasan, Paledang, Panjunan, dan lain-lain.

Baca Juga: Demi Cepat Kembangkan Vaksin COVID-19, Bill Gates Siap Merugi hingga Triliunan Rupiah

Di Garut dan di Bandung terdapat nama geografi Pangampaan. Semula di tempat itu terdapat “pabrik” minyak keletik atau minyak kelapa. Pa-ngampa-an, berarti tempat ngampa (kampa) dengang kampaan, yaitu alat untuk menggencet galendo, residu dari minyak kelapa, yang dibuat dari dua bilah papan, yang dapat memeras, memisahkan minyak keletik dengan gelendo-nya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Madah Persapuan

28 Mei 2020, 06:00 WIB

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Maut dan Bersin

14 Mei 2020, 09:12 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X