Hadang Pasukan Musuh Nirwujud, Pahlawan Kemanusiaan Berpulang

- 24 Maret 2020, 06:00 WIB
ILUSTRASI tenaga medis, dokter.* /PIXABAY

PADA Senin 23 Maret 2020, tatkala pasien positif terinfeksi virus corona menyentuh angka 579, dengan 30 diantaranya sembuh, dan 49 meninggal dunia, masih beredar kabar dokter dan tenaga medis menangani pasien dengan alat pelindung seadanya.

Di tengah kabar itu pula, kita dibuat meneteskan air mata mendengar tujuh dokter yang berada di garis depan berpulang.
Mereka meninggal dalam kemuliaan. Mereka berpulang di tengah usaha menyelamatkan sesama dan menegakan marwah bangsa. Mereka adalah pahlawan kemanusiaan.

Baca Juga: Tolak Tes Corona Gratisan, Luqman Hakim: DPR Bisa Urus Diri Sendiri

Kesiapan yang didengungkan pemerintah, belum terbaca di lapangan. Akibat ketiadaan alat pelindung diri, atau yang biasa disebut baju astronot, jas hujan pun dipakai untuk menangani pasien. Warga yang berinisiatif sekedar untuk membeli masker pun susah mendapatkannya.

Bukan basa-basi bila dokter dan tenaga medis yang menangani pasien terinfeksi disebut sebagai pasukan yang berada di garis depan. Pasukan yang menghadang musuh nirwujud. Pasukan yang melawan ancaman dari arah yang tak terbaca. Pasukan yang mencoba menghentikan monster yang mematikan. Sayangnya, mereka melawan dengan senjata seadanya.

loading...

Baca Juga: Satu PDP yang Meninggal Dunia di Kota Cimahi Ternyata Positif Corona

Tentu mereka bukan tidak memiliki rasa takut, namun tanggung jawab profesional mereka telah mengalahkan rasa takut. Mereka bukan tidak mencemaskan keselamatan jiwa, namun panggilan untuk menyelamatkan nyawa orang lain membuat mereka bertaruh nyawa.

Mereka gusar menghadapi keterbatasan alat kesehatan, namun daya juang mereka membuatnya tak menyerah pada keadaan. Di tengah ancaman pandemi yang kian hebat, mereka tidak banyak mengeluh. Di tengah kecemasan publik yang meningkat, mereka bekerja tak mengharap balas.

Baca Juga: Belva Devara Beri Pesan untuk Milenial: Jangan Merasa Virus Ini Tidak Berbahaya

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Marketing Odading

20 September 2020, 13:21 WIB

Selisik Jurnalistik

17 September 2020, 06:00 WIB

Iman ke Selokan

11 September 2020, 05:51 WIB

‘Anjay’ di Tribun Stadion

6 September 2020, 20:54 WIB

Buku Paman Tom

3 September 2020, 06:00 WIB

Ajat Sudrajat 'Bad Boy' from Bandung

30 Agustus 2020, 12:12 WIB

Narasi Gunung

27 Agustus 2020, 10:18 WIB

Karaoke dan Prostitusi

23 Agustus 2020, 12:16 WIB

'Janté Arkidam' dan Penyairnya

20 Agustus 2020, 11:12 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X