Para Pangeran

- 25 Februari 2020, 05:58 WIB
ILUSTRASI mahkota, raja, pangeran, kerajaan.*
ILUSTRASI mahkota, raja, pangeran, kerajaan.* /PIXABAY

Baca Juga: Hasil Analisis Terbaru Ungkap Fakta Bahwa Virus Corona Ternyata Berasal dari Tempat Antah Berantah, Bukan Pasar Wuhan

Merasa tidak cukup dengan popularitas dan karier mentereng sebelum mengarungi bursa calon presiden, Kennedy membayar kemenangannya dengan perjuangan spartan “datang lebih awal, pulang paling akhir”.

Popularitas sebagai anggota keluarga penguasa akan menjadi tangga sosial yang memudahkan menjadi populer, namun semua orang tahu kelebihan – sekaligus keterbatasan – popularitas sebagai modal meraih kuasa.

Baca Juga: Wanita Keturunan Arab Traktir Makan Hotman Paris yang Sedang Sakit

Orang Amerika sadar betul, jika iman politik mereka sebatas popularitas maka yang akan mereka pilih Donald Duck, bukan Donald Trump.

Jika popularitas menjadi panduan politik para pemilih di berbagai daerah di tanah air, mungkin tidak akan ada artis yang tumbang di pilkada.

Baca Juga: 5 Manfaat Kamper Bagi Kesehatan yang Harus Anda Ketahui

Jauh di balik keterbatasan popularitas, yang digugat dari kemunculan para pangeran adalah asas kesamaan di dalam kesempatan.

Jika kekuasaan dikavling berdasarkan silsilah dan golongan darah, maka “berkah” demokrasi yang memberi hak yang sama kepada semua orang untuk memilih dan dipilih menjadi sirna.

Baca Juga: Ucapan Terima Kasih Katy Perry pada Penolongnya saat Kebocoran Gas di American Idol

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X