Ujungkulon, Hening dalam Riuh-rendah Semesta

- 22 Februari 2020, 09:31 WIB
TAMAN Nasional Ujungkulon, Banten,* /T BACHTIAR

 

POHON nyamplung berjajar di sekitar dermaga Pulau Peucang, Taman Nasional Ujungkulon, Banten. Biji-biji nyamplung seukuran kelereng, bertebaran di bawah pohon.

Udara yang panas saat berperahu berubah menjadi teduh dan nyaman di kerindangan pohon. Hamparan rumput yang luas di antara jajaran wisma, dengan rusa-rusa yang merumput.

Babi hutan yang gemuk berjalan di antara gerombolan monyet yang mengintip untuk mengambil bekal para tamu.

Hanya sekilat, monyet itu sudah menarik-narik membuka kantung plastik yang berisi makanan.

Baca Juga: Sirkuit Valencia Masih akan Jadi ajang Penutup MotoGP hingga 2022, Dorna Perpanjang Kontrak dengan Syarat

Monyet yang lain berlari dengan kilat menggusur makanan lainnya, kemudian membukanya di bawah pohon. Keributan monyet-monyet itu telah memancing kehadiran biawak di halaman wisma.

Semenanjung Ujungkulon, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, dan Pulau Panaitan, merupakan pulau-pulau yang termasuk ke dalam Taman Nasional Ujungkulon.

Taman Nasional itu kawasan pelestarian alam yang mempunyai fungsi untuk perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Wabah menurut Dokter Cipto

24 September 2020, 07:19 WIB

Marketing Odading

20 September 2020, 13:21 WIB

Selisik Jurnalistik

17 September 2020, 06:00 WIB

Iman ke Selokan

11 September 2020, 05:51 WIB

‘Anjay’ di Tribun Stadion

6 September 2020, 20:54 WIB

Buku Paman Tom

3 September 2020, 06:00 WIB

Ajat Sudrajat 'Bad Boy' from Bandung

30 Agustus 2020, 12:12 WIB

Narasi Gunung

27 Agustus 2020, 10:18 WIB

Karaoke dan Prostitusi

23 Agustus 2020, 12:16 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X