Kamis, 27 Februari 2020

Kritik Para Raja

- 11 Februari 2020, 15:40 WIB
HJ Siti Riti Romlah istri dari H Jajang Mubarok , di Blok babakan Lebak, Desa Banyusari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka menunjukan kepengurusan Paguyuban Tunggal Rahayu Kandang Wesi 101-010 (AMPERA) yang nantinya diberikan kepercayaan untuk membagikan harta karun kepada warga Majalengka di tokonya. Di sana juga ada sejumlah catata yang katanya wasiat, dicetak besar di tempel di dinding tembok ruangan.* /TATI PURNAWATI/KC

SAAT membuka awal perkuliahan semester genap awal Februari 2020, saya langsung mendapat pertanyaan menohok: “Mengapa kemunculan raja-raja (baru, red.) dilarang padahal para politisi ramai-ramai mendirikan dinasti politik ?”

Mahasiswa yang bertanya sadar betul, di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak boleh ada negara di dalam negara. 

Ini sebuah komitmen yang tidak bisa ditawar. Kemunculan pertanyaan (dan tulisan ini) tidak untuk menggugat, atau menyoal komitmen dasar tadi.

Baca Juga: Gaji Kompetitif dan Ada Kesempatan Berkembang, Inilah Faktor Pekerjaan Idaman para Milenial

Tapi, katanya, meskipun mereka mengklaim sebagai kerajaan, atau bahkan kekaisaran, tidak memenuhi syarat-syarat berdirinya sebuah negara. 

Dan, sepanjang yang dia ketahui, tidak ada langkah-langkah untuk menarik diri dari NKRI dan “berbaiat” menjadi rakyat dari kerajaan-kerajaan yang menghebohkan tadi. 

Jadi, sampai pada titik ini, kerajaan mereka sebatas ide. Mungkin langkah mereka digerakkan hasrat berkuasa, tapi masih laten. Bahkan beberapa kelompok yang sudah mengambil langkah pun lebih bernuansa ekonomis. 

Baca Juga: Rp 72 Triliun, Dana Desa yang Dikucurkan Tahun ini, Mahasiswa Bisa Membuat Proyek di Desa

Itulah sebabnya, ada yang dijerat penipuan, selain penyebaran kabar bohong tentunya.

Lebih dari itu, apa yang mereka klaim sebagai tujuan, sama undefined-nya dengan tujuan negara pada umumnya. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Para Pangeran

25 Februari 2020, 05:58 WIB

Restu Pemerintah untuk Liga 1 2020

23 Februari 2020, 13:32 WIB

Siklus Padi di Halimun

20 Februari 2020, 06:00 WIB

Wisata Halal

18 Februari 2020, 17:26 WIB

Seputar Ayam Bandung

13 Februari 2020, 06:00 WIB

Kritik Para Raja

11 Februari 2020, 15:40 WIB

Koran Pikiran Rakyat & PERS(ib)

9 Februari 2020, 11:57 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X