Corona dan Tirani Ketidaktahuan

- 4 Februari 2020, 11:16 WIB
PETUGAS medis bersiap di pesawat C-130 sebelum terbang menuju Ranai, Pulau Natuna untuk mengawal ratusan WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan Tiongkok, di Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu, 2 Februari 2020.* /ANTARA FOTO

 

DALAM dua hari terakhir, berita tentang virus corona melambungkan kembali Pulau Natuna, Kepulauan Riau. 

Kali ini bukan soal kapal nelayan Tiongkok yang memasuki wilayah perairan Natuna, melainkan tentang observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru dipulangkan dari Wuhan, Tiongkok, dan penolakan warga Natuna atas penempatan mereka di wilayahnya.

Gempuran berita tentang serangan virus corona di Wuhan, dengan ratusan korban meninggal dan puluhan ribu dirawat, yang membuat kota ini diisolasi dari berbagai penerbangan dalam dan luar negeri, membentuk landscape pengetahuan kita (termasuk warga Natuna) tentang ancaman virus corona. 

Baca Juga: Pingsan Saat Jadi Saksi di Sidang Kasus Ikan Asin, Fairuz A Rafiq Divonis Stres Akut

Ketakutan atas wabah corona lebih mendominasi ketimbang pengetahuan kita soal sebab-sebab munculnya penyakit, penularan, dan cara-cara pencegahan yang diperlukan. 

Proksimitas Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, yang merupakan kota terpadat di pusat Tiongkok,  begitu terasa karena hampir tiap senja kita disuguhi berita tentang mahasiswa asal Indonesia yang  tertahan di kamar kontrakan, dengan persediaan makanan yang kian menipis, yang terus bertanya-tanya kapan pemerintah Indonesia akan datang menjemput mereka. 

Mendengar pengakuan sebagian mahasiswa yang berusaha tetap tegar demi menenangkan keluarga mereka di kampung halamannya, padahal semua orang tahu, berita tentang virus corona membuat panik penduduk seantero dunia, membuat kita geregetan, dan turut berharap pemerintah  segera mengambil langkah konkret memulangkan mereka.

Baca Juga: Tutup Pintu Damai untuk Dipo Latief, Nikita Mirzani Respon Tawaran Hotman Paris: Saya Tidak Suka Perdamaian

Dan, ketika pemerintah mengumumkan akan segera memulangkan para mahasiswa yang tertahan di Wuhan, dengan terlebih dahulu transit di Batam untuk kemudian dibawa ke Natuna untuk diobservasi selama 14 hari, reaksi penolakan mereka malah muncul. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Wabah menurut Dokter Cipto

24 September 2020, 07:19 WIB

Marketing Odading

20 September 2020, 13:21 WIB

Selisik Jurnalistik

17 September 2020, 06:00 WIB

Iman ke Selokan

11 September 2020, 05:51 WIB

‘Anjay’ di Tribun Stadion

6 September 2020, 20:54 WIB

Buku Paman Tom

3 September 2020, 06:00 WIB

Ajat Sudrajat 'Bad Boy' from Bandung

30 Agustus 2020, 12:12 WIB

Narasi Gunung

27 Agustus 2020, 10:18 WIB

Karaoke dan Prostitusi

23 Agustus 2020, 12:16 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X