Jati Jadi Wangi

- 4 Februari 2020, 06:42 WIB
ILUSTRASI pohon jati.* /PIXABAY

KANG Ajip Rosidi kini berjalan dengan bantuan tongkat. Perlahan-lahan ia bangkit dari kursi, melangkah pelan, tidak berlama-lama berdiri. Untuk membacakan sebuah esai yang ditulisnya buat momen ulang tahun, sepanjang lebih kurang 800 kata, ia perlu duduk. Namun, untuk sosok 82 tahun, penampilannya terbilang bugar. Meski pipinya tampak agak tembam, gesturnya tetap gagah.

Dalam esai berjudul “Umur Jejeg 82 taun” (Usia Genap 82 tahun) itu gaya Kang Ajip tetap kentara: runtut, jelas, berpesan tegas, dalam bahasa Sunda yang terpelihara. Dalam esai yang cetakannya dibagikan kepada hadirin, saya tidak menemukan satupun salah cetak. Kalau di situ ada kata “hawangan”, itu bukan typo, melainkan istilah setempat (Majalengka/Kuningan) buat “wahangan”.

Baca Juga: Permohonan Rumah Tidak Layak Huni 20 Ribu Lebih, yang Dibantu Baru 4 Ribuan

Beberapa rincian naratifnya, juga agenda kerja budaya yang diamanatkannya, sudah akrab di telinga saya. Jatiwangi, tempat kelahiran Kang Ajip, adalah wilayah di Cirebon yang diberkati dua bahasa, Sunda dan Jawa, dan memiliki tradisi sastra yang sangat kaya.

Buat saya, menyimak pembacaan esai itu seperti mendapatkan peringatan lagi dan lagi atas pekerjaan rumah yang tak kunjung rampung.

Riset atas 150 jilid naskah sejarah karya Pangeran Wangsakerta dari abad ke-17, yang transkripsi dan translasinya sudah rampung, perlu diteruskan ke tingkat analisis. Kang Ajip sanggup membantu publikasi analisis itu, biar karya sejarawan dari Cirebon itu bisa tetap tersambung dengan ingatan dan pengetahuan orang banyak.

Baca Juga: Viral Aksi Heroik Ayah Lindungi Anaknya yang Tersungkur di Rel saat Kereta Melintas

Filologi telah membuka pintu ke masa lalu. Tinggal beragam disiplin lainnya masuk ke situ, untuk membaca lagi, menafsir ulang, menimbang-nimbang. Literasi budaya kiranya dapat diteruskan.

Sambil sesekali menyeruput secang yang hangat dan wangi, saya turut menangkap suasana istimewa. Acara pengumuman dan penyerahan Hadiah Sastra Rancagé, yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun Kang Ajip, kali ini terbilang unik. Tempatnya tak lain dari Jatiwangi, tanah kelahiran sang penggagas Rancagé.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Pikiran Jurnalis

25 Oktober 2020, 17:43 WIB

Sekarang KPK sudah Menjadi Biasa Saja

21 Oktober 2020, 09:58 WIB

Membaca Bandung

14 Oktober 2020, 08:31 WIB

Seni Mengarungi Ombak

3 Oktober 2020, 07:40 WIB

Sepak Bola Membunuh Kita

28 September 2020, 11:04 WIB

Wabah menurut Dokter Cipto

24 September 2020, 07:19 WIB

Marketing Odading

20 September 2020, 13:21 WIB

Selisik Jurnalistik

17 September 2020, 06:00 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X