Rabu, 29 Januari 2020

Lampu Keadilan

- 15 Januari 2020, 11:52 WIB
PRESIDEN Jokowi mengendarai sepeda motor saat kunjungan kerja di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis 19 Desember 2019.* /PUSPA PERWITASARI/ANTARA

TILANG  (penindakan langsung) terhadap Eliadi yang tengah mengendarai sepeda motor dan tidak menyalakan lampu utama berbuntut panjang.

Mahasiswa Fakultas Hukum UKI Jakarta tersebut menggugat pasal yang mewajibkan pengendara sepeda motor menyalakan lampu utama, atau daytime running light (DRT), pada siang hari (Pasal 197 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2) ke Mahkamah Konstitusi dan menuntut agar dihapuskan.

Apa dasar keberatan Eliadi? Inilah yang belakangan mengundang kontroversi dan menyita perhatian publik.

Eliadi tidak terima dirinya ditilang, karena menurutnya, Joko Widodo pernah melakukan hal serupa namun tidak ditilang.

Baca Juga: Razia LGBT di Depok Dinilai Sebagai Dagangan Politik Mohammad Idris untuk Pilkada 2020

Baca Juga: Setelah Dialog dengan Mahasiswa yang Diusir dari Asrama Wyata Guna, Uu: Pemerintah Sudah Berikan Tenggang Waktu

Pasal tentang kewajiban menyalakan lampu utama sepeda motor saat dikendarai siang hari dianggap telah diberlakukan diskriminatif.

Hukum perkasa terhadap mahasiswa, namun lumpuh di hapadan Presiden. Begitu kira-kira moralitas hukum yang digugat Eliadi.

Menurut catatan detikcom, apa yang dirujuk Eliadi adalah tindakan Joko Widodo mengendarai sepeda motor dari Jalan Sudirman, Kebun Nanas, Tangerang, Banten pada Minggu 4 November 2018, pukul 6.20 WIB.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

"Deru Kui Wa Utareru"

28 Januari 2020, 19:16 WIB

Menuju Sunda Jaya tanpa Sunda Empire

26 Januari 2020, 12:57 WIB

Maung Bayangan

23 Januari 2020, 06:00 WIB

Menempuh Jalur Negatif

21 Januari 2020, 11:47 WIB

Lampu Keadilan

15 Januari 2020, 11:52 WIB

Hadé Gogog

14 Januari 2020, 12:27 WIB

Terpopuler

Jawa Barat Network

X