Selasa, 2 Juni 2020

Setahun Buku Sunda

- 2 Januari 2020, 15:53 WIB
KERETAS Bodas.* /SIPLAH EUREKA BOOKHOUSE

ADA surat dari Panitia Hadiah Sastra Rancagé. Diingatkan, 31 Desember lewat sudah, dan buku-buku berbahasa Sunda terbitan 2019 telah dikirim ke rumah. Silakan juri memilih karya. Pemenang, seperti biasa, akan diumumkan 31 Januari.

Di atas meja kayu, di paviliun yang disesaki rak buku, menumpuk 30 buku. Beberapa judul di antaranya sudah saya baca jauh-jauh hari. Bahkan ada yang sempat saya ulas di ruangan Pikiran Rakyat daring ini.  

Untuk jumlah terbanyak, tentu, saya mesti meluangkan waktu. Maklum, seperti biasa, sebagian besar buku bermunculan menjelang akhir tahun. Beberapa di antaranya kayaknya dicetak terburu-buru.

Baca Juga: Napak Tilas Gereja Kristen Pasundan Bandung Jelang Natal 2019, Saksi Bisu Sejarah Satu Abad

Kenyataan itu patut disyukuri sih. Ketika media bergeser platform, masih ada kalangan yang bersemangat menerbitkan buku — dalam bahasa ibu.

Buat apa? Buat siapa? Saya tidak tahu.

Pengarang produktif

Pengarang senior Aan Merdeka Permana adalah kasus unik. Setahun terakhir ia mengumumkan sedikitnya 8 buku. Satu judul sekitar 100-an halaman. Buku-bukunya ia terbitkan sendiri, dan ia pasarkan sendiri.

Pernah saya kontak. Bagaimana caranya kalau saya mau pesan? Katanya, sebutkan saja alamat. Uang bisa ditransfer. Ente pesan, ana cetak. Print on demand

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Mendadak New Normal

1 Juni 2020, 08:55 WIB

Madah Persapuan

28 Mei 2020, 06:00 WIB

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Maut dan Bersin

14 Mei 2020, 09:12 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X