Jumat, 5 Juni 2020

Asal Nama Cipeundeuy dan Kedawung

- 21 Desember 2019, 06:00 WIB
BUAH peundeuy atau kedawung.* /BANG-ISMAN

BIJI peundeuy atau kedawung, selalu tersedia di toko ramuan herbal Tiongkok, seperti di toko “Babah Kuya” di Bandung.

Menurut salah seorang pelayan tokonya, biji peundeuy banyak dibeli untuk pengobatan, seperti untuk ibu yang baru melahirkan.

Kini, di toko daring pun sudah banyak juga menawarkan biji kedawung, bahkan ada buji kedawung yang sudah matang dan sudah bersih, sudah dibuang kulitnya.

Pohon kedawung itu raksasa hutan, batangnya besar, tingginya mencapai 45 m, dengan diameter batang 30 cm. Pada umumnya pohon ini hidup liar di hutan, di ladang pada ketinggian 600 mdpl, dan di lereng-lereng yang terjal, dengan curah hujan 2.000-4.000 mm, tapi harus cukup sinar matahari.

Baca Juga: Legon Itu Teluk Kecil

Wujud bunga, daun, dan buahnya menyerupai peuteuy (petai). Panjang polongnya antara 20-36 cm, lebar 3 cm, bijinya berwarna hitam dan keras, jumlahnya antara 15-21 biji, dengan bentuk bulat telur dan pipih, panjang antara 1-2 cm, lebarnya 1,5 cm, dengan ketebalan 1,5 mm.

Buah peundeuy kurang disukai sebagai lalaban, karena rasanya yang pahit. Tapi ada juga yang menjadikan lalaban untuk coel sambal pada saat buahnya masih muda, yang dimakan dengan kulit polongnya.

Karena kurang digemari sebagai lalaban, buahnya dibiarkan sampai tua, karena bijinya banyak yang mencari. Masyarakat menilai biji kedawung bermanfaat dan berkhasiat untuk mengobati beragam penyakit.

Pada zamannya, peundeuy sangat populer di masyarakat Sunda, sehingga dijadikan paribasa (peribahasa), Saungkab peundeuy, untuk menggambarkan ucapan seseorang yang sangat ringkas dengan bahasa yang tidak indah/manis.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Bertopeng

3 Juni 2020, 16:59 WIB

Mendadak New Normal

1 Juni 2020, 08:55 WIB

Madah Persapuan

28 Mei 2020, 06:00 WIB

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X