Kamis, 4 Juni 2020

Pesan dari Timnas

- 10 Desember 2019, 01:17 WIB
PEMAIN Timnas U-22 Indonesia Osvaldo Haay (tengah) bersama Saddil Ramdani (kiri) dan Nurhidayat merayakan kemenangan usai mengalahkan Timnas Laos dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Filipina, Kamis 5 Desember 2019.* /ANTARA

 

KEBERHASILAN Timnas menembus babak final sepak bola di ajang SEA Games Manila disebut sebagai peristiwa paling fenomenal pekan ini oleh 98 dari 100 mahasiswa yang memberi jawaban.

Di mata mereka, keberhasilan Timnas jauh lebih mentereng ketimbang kesuksesan jajaran bea cukai mengungkap penyelundupan komponen Harley-Davidson, atau nasihat warganet atas penampilan Mas Menteri yang teramat nyentrik.

Apa yang membuat keberhasilan Timnas menembus final dielu-elukan padahal sudah ada puluhan cabang olah raga (cabor) menyumbang medali emas? Jawaban mahasiswa cukup mengejutkan.

Mereka menyambut gembira keberhasilan Timnas bukan karena sepak bola telah lama menjadi cabor paling populer di tanah air.

Baca Juga: Sepak Terjang Timnas Indonesia di kancah SEA Games, Pernah Jadi Runner Up 2 Kali.

Mereka pun sangat menunggu-nunggu medali emas sepak bola bukan karena medali yang disumbang cabor lain tidak penting.

PELATIH Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri (kedua kiri) memeluk Evan Dimas usai mengalahkan Timnas Myanmar dalam pertandingan Semifinal SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu, 7 Desember 2019. Timnas U-22 Indonesia melaju ke babak final setelah mengalahkan Timnas Myanmar dengan skor 4-2 melalui babak perpanjangan waktu.*/ANTARA
PELATIH Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri (kedua kiri) memeluk Evan Dimas usai mengalahkan Timnas Myanmar dalam pertandingan Semifinal SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu, 7 Desember 2019. Timnas U-22 Indonesia melaju ke babak final setelah mengalahkan Timnas Myanmar dengan skor 4-2 melalui babak perpanjangan waktu.*/ANTARA

Mereka pun berempati dengan perjuangan Timnas U-22 yang dikomandani coach Indra Sjafri bukan karena tidak dibuat kagum oleh jerih payah dan ketangguhan atlet lain.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Bertopeng

3 Juni 2020, 16:59 WIB

Mendadak New Normal

1 Juni 2020, 08:55 WIB

Madah Persapuan

28 Mei 2020, 06:00 WIB

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X