Black Friday

- 3 Desember 2019, 00:05 WIB
ILUSTRASI.* /

Disorientasi semacam ini merupakan proses dehumanisasi yang beriringan dengan konsumerisme yang masif.

Proses ini secara kasat mata tampak pada orientasi yang memuliakan benda atau barang, namun merendahkan kemanusiaan.

Dalam bahasa-nya BJ Thomas, orang lebih mencintai barang dan memanfaatkan orang (loving thing, using people).

Memang tidak semua aktivitas belanja harus dicurigai sebagai biang keladi dehumanisasi. Belanja adalah aktivitas dasar yang muncul karena keterbatasan manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

Black Friday dan ragam pesta belanja lainnya adalah jurus jitu meraup untung.

Agar tidak buntung, kendalinya ada pada kesadaran konsumen.

Persis seperti yang dilontarkan iklan mana suka siaran niaga beberapa tahun silam, banyak yang ditawarkan namun belilah sesuai kemampuan,  maslahat dan mudharat belanja terletak pada kesadaran konsumennya: sadar akan kebutuhan dan sadar akan kemampuan.

Jika dua hal ini masih ada, segila apa pun pesta diskon digelar tidak akan merampas kewarasannya.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Diego Maradona, Puncak Duka 2020

26 November 2020, 09:19 WIB

Arema yang Mana

16 November 2020, 15:14 WIB

Menjadi Ayah

13 November 2020, 19:28 WIB

Pertaruhan Nyawa Bulu Tangkis

4 November 2020, 12:08 WIB

Pikiran Jurnalis

25 Oktober 2020, 17:43 WIB

Sekarang KPK sudah Menjadi Biasa Saja

21 Oktober 2020, 09:58 WIB

Membaca Bandung

14 Oktober 2020, 08:31 WIB

Seni Mengarungi Ombak

3 Oktober 2020, 07:40 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X