Senin, 9 Desember 2019

Black Friday

- 3 Desember 2019, 00:05 WIB
ILUSTRASI.* /

Disorientasi semacam ini merupakan proses dehumanisasi yang beriringan dengan konsumerisme yang masif.

Proses ini secara kasat mata tampak pada orientasi yang memuliakan benda atau barang, namun merendahkan kemanusiaan.

Dalam bahasa-nya BJ Thomas, orang lebih mencintai barang dan memanfaatkan orang (loving thing, using people).

Memang tidak semua aktivitas belanja harus dicurigai sebagai biang keladi dehumanisasi. Belanja adalah aktivitas dasar yang muncul karena keterbatasan manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

Black Friday dan ragam pesta belanja lainnya adalah jurus jitu meraup untung.

Agar tidak buntung, kendalinya ada pada kesadaran konsumen.

Persis seperti yang dilontarkan iklan mana suka siaran niaga beberapa tahun silam, banyak yang ditawarkan namun belilah sesuai kemampuan,  maslahat dan mudharat belanja terletak pada kesadaran konsumennya: sadar akan kebutuhan dan sadar akan kemampuan.

Jika dua hal ini masih ada, segila apa pun pesta diskon digelar tidak akan merampas kewarasannya.***


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Bobotoh Persib Bandung di Daerah Istimewa

8 Desember 2019, 10:55 WIB

Asal-usul Nama Soréang dan Masa Lalunya

7 Desember 2019, 00:05 WIB

Jalma Nyakola

4 Desember 2019, 11:05 WIB

Black Friday

3 Desember 2019, 00:05 WIB

Jejak Persib Bandung di Filipina

1 Desember 2019, 13:54 WIB

Juragan Guru Pangsiun

28 November 2019, 08:28 WIB

Bias Hasil

27 November 2019, 11:43 WIB

Persib Bandung Tahun 2000-an

24 November 2019, 10:50 WIB

Asal Nama Hegarmanah

23 November 2019, 07:03 WIB

Warung Pojok

21 November 2019, 07:03 WIB
X