Kamis, 30 Januari 2020

Juragan Guru Pangsiun

- 28 November 2019, 08:28 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA /

SEBUTAN “juragan guru pangsiun” saya pungut dari almukarom Kang Elin Sjamsuri. Ia pendidik, penulis, juga pendongeng yang hingga pensiun mengajar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Diterakannya predikat itu pada kartu namanya, dengan ejaan lama, seakan mempertegas bahwa sebutan tersebut memang mengacu ke masa silam yang kian menjauh.

Saya menangkap rasa humor Si Akang. Memang pernah ada masanya guru veteran menduduki tempat terhormat di tengah masyarakat.

Hidupnya mungkin sederhana, tapi sikap dan tutur katanya berwibawa, digugu dan ditiru oleh banyak orang. Lagi pula, tidak ada istilah “bekas guru”, apalagi “guru bekas”. Sekali guru tetap guru

 Pernah pula ada masanya profesi guru mengandung ironi. Saya masih ingat pada eufemisme “pahlawan tanpa tanda jasa”. Di satu pihak, orang sadar bahwa jasa guru sangat penting. Di pihak lain, orang mafhum bahwa kepentingan guru tidak begitu digubris.

Dalam balada Iwan Fals dari dasawarsa 1980-an ada sosok Guru Umar Bakri. Ia berangkat ke sekolah naik sepeda kumbang membawa tas kulit, dihadang murid-murid bengal di tengah jalan. Di satu pihak, dia bisa “bikin otak orang seperti otak Habibie”. Di pihak lain, “gaji(-nya) … selalu dikebiri”.

Syukurlah, zaman berubah. Karena profesinya, tidak sedikit guru tampak makmur. Berkat sertifikasi, insentif pun mengucur.

Rumahnya terlihat pantas kalaupun tidak bisa disebut mentereng. Banyak yang bisa mengambil kredit mobil dan sanggup pergi umroh atau naik haji.

Sayang, kepahitan tidak pupus karena itu. Kita toh tidak bisa melupakan barisan guru honorer di sana-sini. Protes timbul berkali-kali, menuntut perbaikan ekonomi para pendidik dari kelompok ini. 

 Betapapun, secara umum, citra diri guru telah berubah. Tidak usah jauh-jauh. Saya ikut merasakan pergeseran itu di lingkungan keluarga sendiri. Kami tujuh bersaudara.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

"Deru Kui Wa Utareru"

28 Januari 2020, 19:16 WIB

Menuju Sunda Jaya tanpa Sunda Empire

26 Januari 2020, 12:57 WIB

Maung Bayangan

23 Januari 2020, 06:00 WIB

Menempuh Jalur Negatif

21 Januari 2020, 11:47 WIB

Lampu Keadilan

15 Januari 2020, 11:52 WIB

Hadé Gogog

14 Januari 2020, 12:27 WIB

Terpopuler

Jawa Barat Network

X