Kamis, 30 Januari 2020

Asal Nama Hegarmanah

- 23 November 2019, 07:03 WIB
DUA blok Perkebunan teh Tjiumbuleuit dalam peta topografi tahun 1931/DOK. T BACHTIAR

WARGA yang merintis mengenali kawasan ini, dari ketinggian +825 mdpl, dapat dengan leluasa memandang ke selatan yang ketinggiannya 100 meter lebih rendah sehingga bentang alam sekelilingnya dapat terlihat dengan jelas, bahkan sampai gunung-gunung yang menjulang di selatan.

Keadaan tempat yang indah permai, dengan suhu yang sejuk nyaman, diabadikan oleh masyarakat menjadi nama geografi, yaitu Hegarmanah.

Hegar berarti gembira, senang hati, karena dari sana dapat melihat alam sekeliling yang membentang luas, indah, dan menjadi karangtingal/titikpandang yang dapat melihat ke berbagai arah.

Dalam bahasa Sunda, keadaan kawasan yang seperti itu disebut negla, karena dari sana dapat melihat dengan jelas, tiada yang menghalangi pandangan. Kawasan seperti itu umumnya berada di tempat yang lebih tinggi, di lereng gunung atau di puncak bukit. Sedangkan manah, berarti pikir atau hati.

Hegarmanah bermakna kawasan yang menyenangkan, yang dapat memberikan kegebiraan pada pikiran dan hati, karena suhunya yang sejuk dan nyaman. Dari sana dapat memandang bentang alam yang mempesona dengan leluasa.

Dalam Peta Topografi tahun 1931, kawasan Hegarmanah ini termasuk ke dalam Perkebunan Ciumbuleuit, yang menerus ke arah barat sampai jalan Setiabudi saat ini.

Bagaimana pendapat orang asing tentang desa (Bandung), apakah keadaannya seperti yang digambarkan dalam topinim Hegarmanah?

Keadaan kawasan Hegarmanah pada 1852, seperti yang ditulis oleh ‘Bengal Civilian’ atau Charles Walter Kinloch, tentang keadaan alam sekeliling Perkebunan Ciumbuleuit.

Pada saat itu Kinloch bertemu dengan Tuan L, pemilik Perkebunan Ciumbuleuit, seperti yang ditulis dalam bukunya yang berjudul Rambles in Jawa and The Straits In 1852.

Halaman:

Editor: T Bachtiar

Tags

Komentar

Terkini

"Deru Kui Wa Utareru"

28 Januari 2020, 19:16 WIB

Menuju Sunda Jaya tanpa Sunda Empire

26 Januari 2020, 12:57 WIB

Maung Bayangan

23 Januari 2020, 06:00 WIB

Menempuh Jalur Negatif

21 Januari 2020, 11:47 WIB

Lampu Keadilan

15 Januari 2020, 11:52 WIB

Hadé Gogog

14 Januari 2020, 12:27 WIB

Terpopuler

Jawa Barat Network

X