Jangan Lawan Era Keterbukaan

- 10 November 2019, 16:19 WIB
Transparansi/ONTHEBALLBIZ

BELAKANGAN ini publik dibuat tercengang dengan penganggaran APBD DKI Jakarta. Ada pos-pos anggaran yang dianggap tak masuk akal seperti pengadaan lem aibon, pasir, dan helm proyek sebagai alat peraga bagi siswa, yang jika ditotalkan, jumlahnya mencapai ratusan milliar rupiah.

Elite politik DKI meradang dan mengecam pembocor informasi. Mereka menuding sang pembocor tak memiliki etika dan hanya membuat gaduh.

Perlu dipahami, dengan etika nol besar dan cara tak taat prosedur sekali pun, publik akan tetap berpihak kepada si pembocor informasi.

Sungguh naif dan keterlaluan rasanya, jika pada era reformasi dan digital ini, masih ada pihak yang ingin menutup-nutupi fakta terkait hal yang memiliki persinggungan dengan kepentingan masyarakat. Terlebih, menyangkut anggaran publik.

Maka, istilah “membocorkan informasi” sesungguhnya tak relevan dalam kasus ini karena informasi terkait APBN dan APBD bukanlah rahasia dan memang harus bisa diakses oleh siapa pun.

Keniscayaan transparansi

Transparansi di negara demokrasi adalah suatu keniscayaan. Bagaimana mungkin publik dapat mengontrol dan membri kritik ketika otoritas menyembunyikan informasi dan menutupi fakta.

Terlebih, era reformasi memiliki korelasi erat dengan wajibnya keterbukaan di berbagai lini penyelenggaraan negara. Salah satu faktor penyebab menjamur dan mengakarnya korupsi, kolusi, dan nepotisme pada masa lalu adalah watak tidak transparan dan menutupi fakta.

Tren dunia mengisyaratkan pentingnya kesadaran untuk membuka semua informasi dan fakta terkait hal yang bersinggungan dengan publik.

Contohnya, konsep good governance sebagai tools untuk menyelenggarakan negara menjadi lebih baik dan demokratis. Salah satu poin terpenting dari good governance adalah transparansi.

Halaman:

Editor: Eko Noer Kristiyanto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Prostitusi di Apartemen

24 Desember 2020, 13:56 WIB

Quo Vadis Olahraga Profesional Indonesia

7 Desember 2020, 08:38 WIB

Diego Maradona, Puncak Duka 2020

26 November 2020, 09:19 WIB

Arema yang Mana

16 November 2020, 15:14 WIB

Menjadi Ayah

13 November 2020, 19:28 WIB

Pertaruhan Nyawa Bulu Tangkis

4 November 2020, 12:08 WIB

Pikiran Jurnalis

25 Oktober 2020, 17:43 WIB

Sekarang KPK sudah Menjadi Biasa Saja

21 Oktober 2020, 09:58 WIB

Membaca Bandung

14 Oktober 2020, 08:31 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X