Situ Garunggang Pernah Ada di Bandung

- 9 November 2019, 15:03 WIB
NAMA Garunggang dalam peta Bandung tempo dulu/T BACHTIAR

DALAM peta-peta Bandung awal abad ke-19, di utara Bandung terdapat kawasan yang bernama Garunggang, di sekitar Cihampelas-Cipaganti sekarang.

Pengertian utara saat itu menunjukkan bahwa kawasan tersebut berada di luar kota Bandung. Pabrik kina saja posisinya berada paling luar dalam lingkaran perkotaan saat itu.

Garunggang berada di sebelah utara pabrik kina. Sangat beralasan, mengapa kawasan itu oleh penduduk dinami Garunggang. Dalam bahasa Kawi, garunggang itu bermakna kosong atau hampa. (Prof. Drs. Wojowasito (1998)). Pada saat itu, pada awal penghunian kawasan sekitar daerah itu, suasananya sangat sunyi.

Akan tetapi, daerah yang sunyi sepi itu kemudian menjadi tempat wisata air di pinggir Cikapundung yang sangat ramai.

Dalam buku panduan pelesiran zaman kolonial, SA Reitsma dan WH Hooglend (1927), menulis buku panduan yang berjudul Gids van Bandoeng en Midden-Priangan.

Dalam buku tersebut dituliskan, bahwa di sebelah timur Jl Cihampelas, sedekit ke bawah (selatan) dari pabrik, terdapat jalan sempit menuju ke arah timur. Setelah berjalan beberapa menit, di sana terdapat Situ Garunggang atau Empang Cipaganti. Situ ini milik Haji Sobandi. Semula situ ini masih berupa lahan di pinggir Cikapundung yang dipisahkan oleh tanggul yang kokoh.

Untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jalan dan gedung yang saat itu banyak dikerjakan, maka H Sobandi mulai menggali lahannya untuk diambil batunya. Seperti halnya H Mas Aksan yang menggali sawahnya untuk dibuat bata merah yang sangat diperlukan pada saat Kota Bandung banyak membangun gedung-gedung untuk persiapan pemindahan ibu kota Priangan dari Cianjur ke Bandung.

Kedalaman Situ Garunggang itu ada yang mencapai tiga meter, banyak dimanfaatkan untuk pesiar dengan berperahu. Tapi, SA Reitsma dan WH Hooglend tidak merekomendasikan untuk berenang di sini, karena airnya tidak bersih. Kalau pun ada juga yang mandi, itu karena mereka ingin melakukan permainan-permainan yang menyenangkan di dalam air.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Terkini

Wabah menurut Dokter Cipto

24 September 2020, 07:19 WIB

Marketing Odading

20 September 2020, 13:21 WIB

Selisik Jurnalistik

17 September 2020, 06:00 WIB

Iman ke Selokan

11 September 2020, 05:51 WIB

‘Anjay’ di Tribun Stadion

6 September 2020, 20:54 WIB

Buku Paman Tom

3 September 2020, 06:00 WIB

Ajat Sudrajat 'Bad Boy' from Bandung

30 Agustus 2020, 12:12 WIB

Narasi Gunung

27 Agustus 2020, 10:18 WIB

Karaoke dan Prostitusi

23 Agustus 2020, 12:16 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Fix Padang

Sudah PNS Kok Masih P*S

25 September 2020, 16:58 WIB
X