Jumat, 21 Februari 2020

Duo Iwan dan Kepastian Hasil Kongres PSSI

- 3 November 2019, 16:27 WIB

SEJAK kemarin sore bermunculan meme dan lelucon tentang terpilihnya dua Iwan sebagai pimpinan PSSI, hasil kongres yang digelar beberapa jam sebelumnya. Pertama adalah Iwan Bule yang terpilih secara mutlak untuk menjadi Ketua Umum PSSI, nama berikutnya adalah Iwan Budianto yang terpilih (lagi) menjadi wakil ketua umum PSSI.

Terlepas dari berbagai opini dan perdebatan, terpilihnya dua nama Iwan bukanlah hal yang mengejutkan, bahkan bisa dianggap sebagai dua kepastian yang mewarnai kongres PSSI kali ini. Hasil ini sekaligus bisa membuat publik menilai dan menduga arah sepak bola Indonesia ke depannya.

Iwan pasti menang

Menjelang pertandingan antara Persib menghadapi Persebaya di Bali, saya bertemu salah seorang pengurus persebaya, kami membahas manuver La Nyalla Mattaliti di Jawa Timur. Diceritakan selain royal, akses yang baik, menguasai medan karena merupakan sosok lama dan menyenangkan bagi banyak komunitas, kekuatan lain La Nyalla saat itu adalah status dirinya yang menjabat ketua DPD RI dan tidak berkonflik dengan istana.

Kami menutup perbincangan dengan kesimpulan hanya La Nyalla Mattaliti lah satu-satunya kompetitor bagi Iwan Bule dalam pemilihan ketua umum PSSI. Kami yang berdiskusi di Denpasar saat itu harus mengabaikan kekuatan calon lain karena berdasar pengalaman selama dua bulan terakhir memang hanya Iwan Bule yang terus bergerak dengan timnya.

Iwan Bule dengan latar belakang perwira tinggi di kepolisian tentu memiliki pengaruh hingga ke seluruh daerah di Indonesia di mana asprov dan para pemilik suara berada. Disangkal atau tidak, secara langsung maupun tidak, akan ada komunikasi antara orangnya Iwan Bule kepada voters terkait selera kepemimpinan yang baik untuk PSSI di masa yang akan datang.

Bahkan saya pernah didatangi oleh salah seorang petinggi partai yang meminta analisis terkait kongres PSSI. Ketika itu saya menjawab bahwa saat ini tak ada yang bisa membendung kehendak polisi. Mereka menduduki berbagai posisi strategis di republik ini. Dan jika ketua umum PSSI dianggap jabatan strategis, maka mereka akan mendapatkannya (saat itu La Nyalla belum maju sebagai calon ketua umum PSSI).

Selama bertahun-tahun, kepemimpinan militer masih diminati dan unggul dalam konteks urusan-urusan sipil termasuk urusan komunitas. Terbukti Edy Rahmayadi pun menang dalam kongres di Ancol tahun beberapa tahun lalu. Maka ketika militer tidak terlibat dalam pertarungan kekuasaan, mereka yang berpeluang besar adalah sipil yang terdidik dan terlatih layaknya militer, dengan garis komando, pengaruh senioritas, jaringan masif serta memegang senjata, itulah polisi.

Munculnya nama La Nyalla di bursa ketua umum sedikit banyak menggoyang kepastian terpilihnya Iwan Bule. Bahkan seorang petinggi klub sempat menanyakan apakah posisi Iwan masih tetap aman karena rupanya La Nyalla mulai melakukan konsolidasi dan jauh lebih royal daripada Iwan Bule. Saat itu saya jawab bahwa posisi Iwan Bule masih aman karena ada indikasi penguasa merestui majunya Iwan sebagai orang nomor 1 di PSSI.

Dengan dasar itu maka ketika La Nyalla menyatakan mundur dari bursa ketua umum PSSI maka kepastian Iwan Bule akan terpilih sebagai ketua umum PSSI berikutnya tidak terbantahkan. Analisis dan prediksi saya terkait hal ini dapat ditelusuri jejaknya melalui kanal youtube, melalui akun bobotohTV, sebelum dimulainya kongres. Saya mengatakan bahwa Iwan Bule takkan terbendung, dan sedikit berspekulasi bahwa La Nyalla memang sengaja “diminta” mundur oleh kekuatan yang sama yang ingin Iwan menang untuk memuluskan jalan Iwan Bule menuju PSSI 1.

Iwan Budianto kesayangan voters

Sementara cibiran tertuju kepada nama Iwan berikutnya yaitu Iwan Budianto. Segala track record (yang tak perlu kita bahas di sini) membuat publik tak habis pikir dan menganggap bahwa sepak bola nasional takkan menuju perubahan berarti.

Halaman:

Editor: Eko Noer Kristiyanto

Tags

Komentar

Terkini

Siklus Padi di Halimun

20 Februari 2020, 06:00 WIB

Wisata Halal

18 Februari 2020, 17:26 WIB

Seputar Ayam Bandung

13 Februari 2020, 06:00 WIB

Kritik Para Raja

11 Februari 2020, 15:40 WIB

Koran Pikiran Rakyat & PERS(ib)

9 Februari 2020, 11:57 WIB

Nama Makanan yang Terinspirasi Alam

8 Februari 2020, 06:00 WIB

Corona dan Tirani Ketidaktahuan

4 Februari 2020, 11:16 WIB

Jati Jadi Wangi

4 Februari 2020, 06:42 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X