Rabu, 26 Februari 2020

Komunikasi ala Pedagang Asongan

- 5 Oktober 2019, 09:12 WIB
PEDAGANG asongan/HILMI ABDUL HALIM/PR

UDARA siang itu panas sekali. Ratusan demonstran berkumpul di depan kantor Gubernur dan kantor DPRD Provinsi Jawa Barat di Jl Diponegoro, Bandung. Mereka mengacungkan poster dan mengangkat kepalan tangan tinggi-tinggi.

Teriakan demi teriakan lepas membawa pesan, membawa protes atas peristiwa yang dianggapnya tidak berpihak pada demokrasi dan keadilan. Ketika demonstrasi berlangsung, ketika jalan masuk ke lokasi demonstrasi ditutup barisan para demonstran, justru pedagang air minum dan makanan datang ke lokasi demonstrasi.

Tidak jadi masalah dari pendukung partai mana yang berdemo, pedagang asongan akan datang ke pusat demonstrasi.

Minuman ringan yang dibawa ke pinggiran para pendemo, dapat memenuhi harapan yang kehausan. Mereka dengan senang hati membelinya, dan hanya sekali teguk, minuman dinginnya sudah kering kembali.

Dugaan pedagang asongan itu benar. Para demonstran yang berteriak di terik matahari itu juga manusia yang dihinggapi rasa haus dan lapar. Ketika haus dan lapar itulah pedagang asongan datang membawa harapan untuk memenuhinya.

Pedagang asongan tidak berteriak menjajagan dagangannya dan tidak memaksa orang lain untuk membeli dagangannya.

Mereka, para pedagang asongan itu, dengan penuh kesadaran mendatangi para demonstran yang sedang membutuhkan air minum dan makanan ringan, sehingga para pedagang asongan menjadi berarti.

Berkomunikasi ala pedagang asongan yang dengan gembira mendatangi pusat-pusat keramaian, mendatangi tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang, cara-cara ini sudah banyak diserap oleh para penyebar berita bohong, hoaks, dan penyebar paham yang mengusung kebenaran hanya ada dipihaknya, yang lain salah semua.

Sebaliknya, mereka yang memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan, masih sedikit yang berusaha dengan kesadaran penuh, untuk berbagi ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan cara mendatangi pusat-pusat kegiatan di dunia maya, seperti di media sosial.

Halaman:

Editor: T Bachtiar

Tags

Komentar

Terkini

Para Pangeran

25 Februari 2020, 05:58 WIB

Restu Pemerintah untuk Liga 1 2020

23 Februari 2020, 13:32 WIB

Siklus Padi di Halimun

20 Februari 2020, 06:00 WIB

Wisata Halal

18 Februari 2020, 17:26 WIB

Seputar Ayam Bandung

13 Februari 2020, 06:00 WIB

Kritik Para Raja

11 Februari 2020, 15:40 WIB

Koran Pikiran Rakyat & PERS(ib)

9 Februari 2020, 11:57 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X