Senin, 24 Februari 2020

Kota Ibu

- 30 Agustus 2019, 14:06 WIB
FOTO areal bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. */ANTARA

DALAM bahasa Indonesia pusat pemerintahan kedengarannya mendapat sifat feminin. Istilahnya adalah ibu kota. Seolah-olah kota terpenting itu merupakan ibu yang melahirkan atau mengasuh kota-kota lain dalam wilayah kedaulatan yang melingkupinya.

Sebagai penutur bahasa Indonesia yang menghormati ibu, saya tertarik oleh istilah yang satu ini. Siapa tahu istilah ini mencerminkan cara orang Indonesia melihat tempat pemerintahan berpusat.

Masyarakat penutur bahasa Inggris memakai istilah capital city atau capital saja. Kalau kita telusuri asal-usul istilah capital, kita tidak menemukan urusan jenis kelamin. Dalam bahasa Latin, konon, istilah caput berarti “kepala” sedangkan capitale berarti “kesejahteraan”.

Rujukan ke kepala juga terlihat dari sebutan dalam bahasa Belanda, yakni bahasa yang begitu lama turut memengaruhi bahasa-bahasa di Indonesia. Istilahnya adalah hoofdstadHoofd berarti “kepala”, sedangkan stad berarti “kota”.

Kesan feminin dalam benak saya timbul antara lain karena selama ini istilah yang dibakukan merupakan gabungan antara kata ibu dan kota dengan memelihara spasi di antara keduanya. Sebagian penutur bahasa Indonesia lebih suka memakai istilah ibukota (tanpa spasi) dengan berpendapat bahwa gabungan kedua kata itu telah membentuk pengertian tersendiri.

Istilah ibu kota (dengan spasi) juga membuat saya teringat kepada ibu negara, yakni istilah yang kita pakai buat menunjuk istri presiden. Itulah istilah yang sepadan dengan first lady dalam bahasa Inggris. Jika ibu dalam istilah ibu kota terdengar sebagai kiasan, ibu dalam istilah ibu negara benar-benar mengacu kepada sosok ibu.

Itu sebabnya waktu Ibu Megawati jadi presiden RI, kita bisa bilang bahwa Indonesia memang tidak punya ibu negara. Apa boleh buat, kita tidak mengenal istilah bapak negara.

Sebagai penutur bahasa Indonesia yang bahasa ibunya adalah bahasa Sunda, saya mencari padanan Sunda buat istilah ibu kota. Sayang, tidak saya temukan. Untungnya, baik ibu maupun kota juga dikenal dalam bahasa Sunda. 

Ibu dalam bahasa ibu saya bisa berbagi tempat dalam kalimat dengan ambuindung, dan emaKota dalam bahasa Sunda juga disebut dayeuh. Yang menarik, dalam bahasa Sunda tempo dulu kota juga disebut nagara. Dalam ungkapan lama, nagara biasanya dibandingkan dengan desa atau kampung atau lembur. Sekarang, istilah Sunda nagara biasa dipakai dalam arti “negara”. 

Halaman:

Editor: Hawe Setiawan

Tags

Komentar

Terkini

Restu Pemerintah untuk Liga 1 2020

23 Februari 2020, 13:32 WIB

Siklus Padi di Halimun

20 Februari 2020, 06:00 WIB

Wisata Halal

18 Februari 2020, 17:26 WIB

Seputar Ayam Bandung

13 Februari 2020, 06:00 WIB

Kritik Para Raja

11 Februari 2020, 15:40 WIB

Koran Pikiran Rakyat & PERS(ib)

9 Februari 2020, 11:57 WIB

Nama Makanan yang Terinspirasi Alam

8 Februari 2020, 06:00 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X