Sabtu, 22 Februari 2020

Geoliterasi Jantung Masyarakat Modern

- 24 Agustus 2019, 00:05 WIB
KONDISI pintu masuk taman Wisata ALam Gunung Tangkubanparahu, Subang tertutup abu vulkanik, Sabtu 27 Juli 2019.*/ANTARA

DI Kudus, Jawa Tengah, soto daging kerbaunya enak sekali. Penggunaan daging kerbau dalam soto Kudus tidaklah kebetulan, tapi inilah pelumeran rasa empati masyarakat bagi mereka yang baru masuk Islam yang mewujud dalam dunia kuliner.

Banyak contoh lain, bagaimana binatang di suatu tempat disucikan, sementara di lain tempat hanya berupa komoditas ekonomi. Ada juga binatang yang sangat disayangi dan dilindungi, justru menjadi masakan di tempat lain.

Inilah salah satu contoh, bagaimana sistem sosial di suatu masyarakat dengan sistem sosial di masyarakat lainnya berbeda. Akan terjadi pemahaman bila mengetahui mengapa hal itu terjadi.

Manusia selalu saja ingin tahu tentang perilaku manusia lainnya, baik secara individu maupun manusia dalam kelompoknya, dan bagaimana hubungan masyarakat dengan masyarakat lainnya. Ini merupakan awal dari interaksi manusia, untuk menemukan jawaban yang menjadi pertanyaannya. Kemudian para peneliti mengamati lebih dalam, bagaimana sistem sosial, ekonomi, dan politik itu berlangsung.

Demikian juga rasa penasaran manusia terhadap misteri bumi yang dipijaknya, memungkinkan manusia terus berupaya untuk mengetahui dan mempelajari tentang bumi tempat mereka hidup dan berkehidupan.

Sejak itulah manusia berinteraksi dengan bumi, berupaya menjawab pertanyaan yang terus ada. Semakin banyak dilakukan pengamatan, penelitian, dan pengkajian secara mendalam, maka semakin terbuka rahasia bumi yang sebelumnya masih berupa misteri.

Bagaimana sistem bumi itu bekerja, bagaimana kerak bumi bergerak menjauh dan mendekat. Bagaimana gempa bumi dan tsunami terjadi, bagaimana kerakbumi yang terdorong dan tertahan, kemudian melipat secara evolutif, lalu terangkat membentuk pegunungan raksasa yang menjulang. Bagaimana proses magma bergerak dari dalam bumi yang mendesak ke permukaan membentuk gunung api.

Manusia mempelajari laut, arus laut, dan mengamati beragam ikan di dalamnya. Bagaimana atmosfer bekerja, bagaimana mekanisme pergerakan udara terjadi, mengapa ada musim penghujan dan musim kemarau, bagaimana badai dan putingbeliung terbentuk. Bagaimana air di laut bergerak dari satu tempat ke tempat lain. 

Halaman:

Editor: T Bachtiar

Tags

Komentar

Terkini

Siklus Padi di Halimun

20 Februari 2020, 06:00 WIB

Wisata Halal

18 Februari 2020, 17:26 WIB

Seputar Ayam Bandung

13 Februari 2020, 06:00 WIB

Kritik Para Raja

11 Februari 2020, 15:40 WIB

Koran Pikiran Rakyat & PERS(ib)

9 Februari 2020, 11:57 WIB

Nama Makanan yang Terinspirasi Alam

8 Februari 2020, 06:00 WIB

Corona dan Tirani Ketidaktahuan

4 Februari 2020, 11:16 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X