Rabu, 19 Februari 2020

Merayakan Kebhinekaan

- 20 Agustus 2019, 00:03 WIB
Kerukunan/DOK. PR

UNTUK kesekian kalinya kekayaan ragam pakaian adat ditampilkan dalam peringatan hari ulang tahun kemerdekaan. Tidak hanya di istana, peserta upacara mengenakan pakaian adat pada peringatan di daerah-daerah. Sebuah pemandangan indah nan mengagumkan.

Seratus orang mahasiswa yang saya wawancarai mengaku senang melihat apa yang ditampilkan masyarakat saat mengikuti upacara. Meski bukan hal baru, mereka seolah diingatkan kembali akan keragaman budaya bangsanya. Sebuah mozaik yang mengekspresikan keyakinan, pandangan hidup sekaligus optimisme.

Akan tetapi, ketika ditanya tentang apa pesan yang hendak dikirim pemerintah lewat seruan memakai pakaian adat saat upacara, jawaban mereka tidak tunggal. Yang menarik, delapan puluh persen tidak mengaitkannya dengan kebhinekaan karena menganggap hal ini telah menjadi pengetahuan umum.

Lebih dari itu, fakta bahwa Indonesia majemuk sudah terdedah sebagai kenyataan yang mudah ditemui, sehingga tidak percaya jika seruan mengenakan pakaian adat saat upacara HUT kemerdekaan dimaksudkan hanya untuk mengingatkan kembali akan keragaman Indonesia.

Di sisi lain, mereka pun tidak yakin jika keragaman pakaian adat hanya dimaksudkan sebagai aksesoris yang menghiasai halaman-halaman upacara atau layar kaca.

Entah merupakan efek subliminal (efek yang dirasakan audiens adalah sesuatu yang tidak dimaksudkan pengirim pesan) atau mode berpikir jauh ke balik realitas mereka menganggap pesan yang hendak dikirim lewat anjuran tersebut adalah jika pengelolaan sebuah urusan diserahkan kepada preferensi personal maka perbedaan akan menjadi keniscayaan.

Lebih dalam lagi, jika suatu urusan publik dikelola menurut selera pribadi, kekacauanlah hasilnya.

Dalam pandangan mereka, realitas ini memunculkan entitas pengibar bendera dan Tentara Nasional Indonesia, yang perannya menonjol dan tetap mengenakan pakaian upacara, kian kontras.

Karena itu ada usulan simpatik yang mereka sampaikan, bagaimana jika keragaman pakaian adat tidak dipertunjukan saat upacara bendera melainkan ditampilkan pada malam keakraban (atau forum lain yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT) yang digelar istana seusai upacara penurunan bendera pusaka.

Halaman:

Editor: Karim Suryadi

Tags

Komentar

Terkini

Wisata Halal

18 Februari 2020, 17:26 WIB

Seputar Ayam Bandung

13 Februari 2020, 06:00 WIB

Kritik Para Raja

11 Februari 2020, 15:40 WIB

Koran Pikiran Rakyat & PERS(ib)

9 Februari 2020, 11:57 WIB

Nama Makanan yang Terinspirasi Alam

8 Februari 2020, 06:00 WIB

Corona dan Tirani Ketidaktahuan

4 Februari 2020, 11:16 WIB

Jati Jadi Wangi

4 Februari 2020, 06:42 WIB

Omnibus Law dan Prasangka Publik

1 Februari 2020, 15:49 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X