Gunung Tangkubanparahu, Hanya Terlihat Terbalik dari Selatan

- 27 Juli 2019, 00:02 WIB
GUNUNG Tangkubanparahu/T BACHTIAR
GUNUNG Tangkubanparahu/T BACHTIAR

HANYA bila dilihat dari selatanlah Gunung Tangkubanparahu bentuknya seperti perahu terbalik. Dilihat dari timur, begitu pun dari barat, bentuknya tidak seperti perahu yang terbalik.

Dari utara, Gunung Tangkubanparahu sama sekali tidak terlihat, karena terhalang dinding kaldera Gunung Jayagiri. Dapat diduga dengan kuat, orang yang pertama kali menggubah legenda Gunung Tangkubanparahu, dengan tokoh utamanya Sangkuriang dan Dayang Sumbi, pastilah berdiam di selatan gunung sehingga setiap waktu dapat melihat bentuk gunung yang puncaknya rata seperti terpancung.

Bentuk puncak Gunung Tangkubanparahu seperti perahu yang terbalik karena adanya dua kawah yang berdampingan, yaitu Kawah Upas dan Kawah Ratu yang berarah barat-timur.

Dua kawah inilah yang telah membentuk puncak Gunung Tangkubanparahu menjadi lebar, sekitar 1.550 meter. Itulah yang menyebabkan puncang gunung rata dan miring di sisi barat dan timur sehingga bentuknya seperti perahu yang terbalik jika dilihat dari selatan.

Gunung Tangkubanparahu banyak dijadikan orientasi atau arah hadap gedung-gedung yang dibuat pada masa kolonial dan dijadikan lambang Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Perbedaan dengan Gunung Burangrang

Gunung Tangkubanparahu yang tingginya 2.084 mdpl itu berada 30 km di utara Kota Bandung.

Morfologi lerengnya berbeda dengan Gunung Burangrang yang berada di sebelah baratnya. Gunung Burangrang lahir sezaman dengan Gunung Sunda, sekira 210.000 tahun lalu sehingga erosi sudah berperan membentuk lembah-lembah yang dalam.

Sementara Gunung Tangkubanparahu lahir sekira 90.0000 tahun yang lalu dari sisi timur laut kaldera Gunung Sunda.

Perbedaan umur itulah yang membuat lereng Gunung Tangkubanparahu terlihat masih rata sedangkan Gunung Burangrang sudah berlembah dalam.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Terkini

Dian Purnama Alam

24 Januari 2021, 14:41 WIB

Prostitusi di Apartemen

24 Desember 2020, 13:56 WIB

Quo Vadis Olahraga Profesional Indonesia

7 Desember 2020, 08:38 WIB

Diego Maradona, Puncak Duka 2020

26 November 2020, 09:19 WIB

Arema yang Mana

16 November 2020, 15:14 WIB

Menjadi Ayah

13 November 2020, 19:28 WIB

Pertaruhan Nyawa Bulu Tangkis

4 November 2020, 12:08 WIB

Pikiran Jurnalis

25 Oktober 2020, 17:43 WIB

Sekarang KPK sudah Menjadi Biasa Saja

21 Oktober 2020, 09:58 WIB

Membaca Bandung

14 Oktober 2020, 08:31 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X