Rabu, 11 Desember 2019

Ciharegem dan Cimaung

- 20 Juli 2019, 00:05 WIB
Harimau/REUTERS

Maung adalah sebutan untuk harimau (Panthera tigris sondaica) di Tatar Sunda. Inilah binatang yang paling magis dan mistis di kawasan ini.

Ketika manusia belum serakah lahan seperti saat ini, ketika masyarakat masih menjaga tatalingkungan dengan baik, membiarkan hutan berjalan sesuai fungsi, maka keberadaannya dapat menopang kehidupan seisi hutan dan masyarakat yang ada di luarnya. Air terkendali hadirnya, cur-cor, air ke luar tak mengenal kering walau di musim kemarau.

Di Bandung ada nama tempat Ciharegem (e diucapkan seperti menyebut emas) dan Cimaung. Ini menunjukkan di kawasan ini sering terdengar haregem, geraman harimau yang menggetarkan bulu roma. Bila yang hadir hanya haregem-nya, yang terdengar hanya suaranya, maka kawasan itu dinamai Ciharegem. Sangat mungkin suara itu datang dari harimau dari Gunung Palasari, Gunung Manglayang atau dari Bukit Tunggul.

Sementara di Cimaung, atau Cimacan, maung dan macannya sering turun gunung, jalan-jalan ke sekitar kampung yang pada awalnya kawasan itu memang daerah jelajahnya. Di kawasan itu masyarakat sering menyaksikan hewan jenis kucing besar ini.

Harimau mampu berenang tanpa henti sejauh 5 km dengan warnanya yang terang. Badannya sedikit lebih besar dari harimau Sumatra. Karena perburuan yang yang tak terbatas, hewan ini mengalami nasib yang tragis. Di jebak dengan berbagai cara, untuk berbagai kepentingan, mulai sebagai tontonan pertunjukkan dan pajangan di rumah-rumah, sama jahatnya.

Dalam laporan Thomas Stanford Raffles, seperti tertulis dalam buku The History of Java, harimau banyak ditangkap untuk kesenangan raja, menjadi tontonan, diadu dengan kerbau. Secara rinci Raffles menguraikan tontonan ini, dan bagaimana agar kerbau dan harimaunya menjadi beringas dan terangsang untuk saling menyerang.

Selain diadu dengan kerbau, harimau pun sengaja diadu dengan tahanan yang bersedia untuk diadu, dan ada tahanan yang mampu mengalahkan harimau, sehingga tahanan itu mendapat pengampunan, direhabilitasi namanya, dan popularitasnya naik. Dalam setiap tontonan ini harimau mati mengenaskan demi memauskan raja-raja saat itu.

Ketika ada anjuran agar setiap provinsi, kota dan kabupaten mempunyai tumbuhan dan hewan yang menjadi simbol daerah, Jawa Barat agak kebingungan untuk menentukannya, terutama setelah badak menjadi hewan dari Provinsi Banten. Akhirnya macan tutul (Panthera pardus sondaicus) menjadi pilihan, karena Panthera tigris sondaica sudah musnah.

Penetapan hewan ini sesungguhnya mempunyai konsekuensi yang serius, bagaimana agar macan tutul tetap adanya. Salah satu caranya adalah menjaga hutan tetap menjadi hutan alam yang cukup untuk hidupnya. Salahsatu tempat di Cekungan Bandung yang menjadi habitat macan tutul adalah Gunung Patuha.


Halaman:

Editor: T Bachtiar

Tags

Komentar

Terkini

Pesan dari Timnas

10 Desember 2019, 01:17 WIB

Bobotoh Persib Bandung di Daerah Istimewa

8 Desember 2019, 10:55 WIB

Asal-usul Nama Soréang dan Masa Lalunya

7 Desember 2019, 00:05 WIB

Jalma Nyakola

4 Desember 2019, 11:05 WIB

Black Friday

3 Desember 2019, 00:05 WIB

Jejak Persib Bandung di Filipina

1 Desember 2019, 13:54 WIB

Juragan Guru Pangsiun

28 November 2019, 08:28 WIB

Bias Hasil

27 November 2019, 11:43 WIB

Persib Bandung Tahun 2000-an

24 November 2019, 10:50 WIB

Asal Nama Hegarmanah

23 November 2019, 07:03 WIB
X