Cariu

- 13 Juli 2019, 00:04 WIB
Cariu/T BACHTIAR

DI Kabupaten Bogor terdapat nama geografi Cariu. Tempat itu pernah dilintasi Bujangga Manik, putra Kerajaan Sunda pada abad ke-16 awal, dalam perjalanannya sepanjang Pulau Jawa dan Bali.

Kalau Bujangga Manik sudah mencatat nama geografi Cariu dalam perjalanannya, artinya nama tempat itu sudah ada jauh sebelum adanya perintah dari Dalem Karawang, yaitu Raden Singaperbangsa pada tahun 1633, yang menugaskan Raden Suryadipati untuk membuka daerah yang ada di antara Tegalkihiyang sampai ke Gunung Batu, dari Ciporongtonjong sampai ke Ciomas Cihoe.

Daerah itu umumnya masih berupa hutan belantara yang banyak ditumbuhi tanaman merambat yang bernama cariu. Babad alasnya bisa jadi pada tahun 1633, tapi sesungguhnya nama geografi Cariu sudah ada jauh sebelum itu.

Pada saat Geotrek Nyaba ka Baduy bersama MataBumi, untuk pertama kalinya saya mengenal tumbuhan merambat cariu. Awalnya saya tidak begitu perhatian pada kerajinan kolotok kecil, hiasan yang berbunyi, warnanya coklat mengkilap, yang dijajakan bagi para wisatawan. Tapi perhatian itu berubah setelah mengobrol dengan Jaro Sami pada malam hari, 6 Juli 2019, di rumah menantunya, di Cibéo, Desa Kanekes, Banten.

Menurut Jaro Sami, warga Kanekes, memanfaatkan apa yang disediakan alam untuk kehidupannya. Cariu (Entada phaseoloides (L.) Merr.) adalah liana besar yang memanjat tinggi ke kanopi hutan tropis dataran rendah.

loading...

Ukuran liananya ada yang sebesar tubuh orang dewasa. Tentang manfaat cariu, seperti dituturkan Jaro Sami, kulitnya yang ditumbuk halus, lalu dicampur air, dapat diguanakan sebagai pembasmi serangga yang menjadi hama padi.

Di Negeri Tiongkok, cariu sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan, seperti yang ditulis dalam buku Pengobatan Cina. Biji cariu, misalnya, dimanfaatkan dalam pengobatan Tiongkok klasik sebagai antikanker, membantu membunuh amoeboid, mengurangi peradangan, pembengkakan, dan menghilangkan rasa sakit, mengobati sakit tenggorokan, dan dapat menghentikan pendarahan yang disebabkan oleh wasir. Biji cariu dapat mengatasi penyakit bengkak pada kaki dan kelumpuhan.

Dalam ramuan obat gosok yang diproduksi saat ini, terdapat 20-24 jenis tanaman, satu di antaranya adalah cariu. Dalam kemasannya dituliskan manfaat obat gosok tersebut, yang mampu mencegah, mengobati, dan menyembuhkan: retak tulang, patah tulang, memar karena benturan, keseleo, meredakan bengkak dan rasa sakit, meredakan pegal linu dan rasa lelah, meringankan rasa sakit rematik, melancarkan sirkulasi darah, dan gigitan serangga.

Bagaimana pemanfaatan cariu di Nusantara, K Heyne (1927), menuliskan tentang tumbuhan ini berdasarkan berbagai laporan penelitian, tulisan dalam jurnal, dan majalah. Cariu merupakan liana yang sangat besar. Di Pulau Jawa tumbuh di bawah 800 m dpl.

Halaman:

Editor: T Bachtiar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Lukisan Politisi

6 Agustus 2020, 06:25 WIB

Anggaran untuk PSSI

2 Agustus 2020, 13:31 WIB

Bandung Tiada Bandingnya

30 Juli 2020, 12:15 WIB

Menanggulangi Dinasti Politik

26 Juli 2020, 12:55 WIB

Kisah Tiga Indonesia

23 Juli 2020, 06:05 WIB

27 Tahun Viking Persib Club

19 Juli 2020, 14:01 WIB

Mengganggu tapi Perlu

16 Juli 2020, 07:17 WIB

Misteri Rekomendasi Partai

14 Juli 2020, 06:05 WIB

Jeumpa dan Béntang

9 Juli 2020, 06:45 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X