Senin, 9 Desember 2019

Citeureup

- 29 Juni 2019, 00:03 WIB
DAUN teureup/T BACHTIAR

BILA berada di sekitar perkantoran Pemda Kabupaten Bandung di Soreang, di sebelah barat perkantoran itu terdapat Gunung Sadu (895 mdpl.). Di puncaknya, terdapat pohon teureup (Artocarpus Elasticus). Yang menyolok dari pohon teureup di Gunung Sadu, batangnya, dari bawah sampai atas, penuh dengan luka bacok yang sudah kering, sehingga tampak banyak tonjolan memanjang dan permukaan batangnya terlihat kasar.

Pastilah itu ulah para pengambil getah teureup, yang terkenal sangat lengket. Bila batang pohon dilukai dengan pisau atau golok, akan keluar getah/lateks yang kental berwarna putih.

Getah itu sudah masyhur untuk ngaleugeut, merekat burung. Getah teureup dililitkan di ranting pohon yang sering dihinggapi jenis burung yang diinginkan. Bila burung menginjak getah itu, maka tamatlah riwayatnya sebagai binatang yang merdeka terbang di alamraya.

Saking lengketnya getah teureup, oleh masyarakat dianalogikan dengan asihan atau jampi-jampi pemikat wanita atau laki-laki yang matih, yang dapat dengan seketika memikat wanita atau pria yang diinginkan. Asihan atau jampi-jampi yang manjur itu disebut asihan si leugeut teureup!

Secara umum, pohon teureup itu besar, tingginya dapat mencapai 40-65 m, dengan daun berwarna hijau lebar. Daun dan buahnya mirip kluwih (Artocarpus altilis Park. ex Zoll. Forsberg).

Musim berbuahnya antara bulan Oktober sampai Desember. Teureup tumbuh di tempat yang panas dan lembab, dan banyak dijumpai di lereng-lereng atau bantaran sungai.

Masyarakat di Tatar Sunda sudah mengenal pohon ini dengan segala manfaatnya. Karena banyak terdapat di seluruh tatar Sunda, maka hampir di setiap daerah ada nama geografi Citeureup, seperti di Bogor, Bandung, Cimahi, Garut, Cibinong, Cianjur, Ciamis, Sumedang, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Banten, dan Jakarta. Bahkan dipakai juga menjadi nama burung, yaitu burung jingjingteureup.

Karena ada di sekitar tempat hidupnya, masyarakat mengenal bagian-bagian dari pohon ini dengan segala manfaat dan khasiatnya. Sampai sekarang, masyarakat Baduy masih memanfaatkan kulit teureup dari batang yang masih muda untuk berbagai keperluan.


Halaman:

Editor: T Bachtiar

Tags

Komentar

Terkini

Bobotoh Persib Bandung di Daerah Istimewa

8 Desember 2019, 10:55 WIB

Asal-usul Nama Soréang dan Masa Lalunya

7 Desember 2019, 00:05 WIB

Jalma Nyakola

4 Desember 2019, 11:05 WIB

Black Friday

3 Desember 2019, 00:05 WIB

Jejak Persib Bandung di Filipina

1 Desember 2019, 13:54 WIB

Juragan Guru Pangsiun

28 November 2019, 08:28 WIB

Bias Hasil

27 November 2019, 11:43 WIB

Persib Bandung Tahun 2000-an

24 November 2019, 10:50 WIB

Asal Nama Hegarmanah

23 November 2019, 07:03 WIB

Warung Pojok

21 November 2019, 07:03 WIB
X