Pesawat (Tidak) Boleh Terlambat Asal Selamat

- 9 Juni 2019, 01:46 WIB
Penerbangan/DOK PR

Selama penundaan tersebut, para penumpang ditempatkan di hotel berbintang hingga penerbangan hari berikutnya.

Tentu saja kompensasi yang maskapai berikan tak ada apa-apanya jika dibandingkan reputasi mereka di dunia penerbangan.

Satu hal penting yang perlu saya ceritakan, bahwa kabarnya penerbangan kami batal “hanya” karena pilot tak ingin mengambil risiko sekecil apa pun.

Sebelumnya memang sempat diberitakan adanya kerusakan pesawat. Namun, para penumpang tetap melakukan boarding dan masuk pesawat karena kerusakan dianggap sepele dan tak terlalu signifikan. Jika kerusakannya parah, tidak mungkin ada boarding dan tidak mungkin penumpang dimasukkan ke dalam pesawat.

Keterangan itu saya peroleh dari penumpang lain yang katanya berprofesi sebagai pilot juga. Dia mengatakan bahwa keputusan akan terbang memang ada di tangan pilot. Bisa saja secara umum pesawat dianggap layak tetapi pilot merasa kurang sreg, seperti adanya lampu indikator yang mati atau gelembung di kaca jendela.

Keselamatan, keselamatan, dan keselamatan

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penerbangan. Pertama adalah keselamatan, kedua adalah keselamatan, dan ketiga adalah keselamatan.

Hal itu menunjukkan bahwa keselamatan adalah hal paling utama yang wajib dijamin dalam bisnis penerbangan sipil. Percuma memiliki nilai plus dalam aspek lain tetapi tak mementingkan keselamatan.

Oleh karena itu, ketika penerbangan saya dibatalkan dan ditunda sehari dengan alasan keselamatan. Saya bisa menerima, apalagi maskapai internasional bereputasi tersebut  bertanggung jawab dengan menyediakan makan dan penginapan yang layak.

Sesuatu yang saya bayangkan justru bagaimana jika maskapai lokal yang mengalami kendala kerusakan yang dianggap “sepele”. Apa mereka tetap memaksakan terbang? Mengingat kompensasi yang harus diberikan kepada penumpang sangatlah menguras biaya. Terlebih, dengan menyewa ratusan kamar hotel berbintang.

Halaman:

Editor: Eko Noer Kristiyanto


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Rusdi Telah Kembali

2 Juli 2020, 06:00 WIB

Jokowi Gusar, Siapa Tergusur?

30 Juni 2020, 09:36 WIB

Kesetiaan Suporter Sepak Bola

28 Juni 2020, 12:59 WIB

Orang ITB dalam Fiksi Sunda

25 Juni 2020, 06:38 WIB

Mengapa Menolak RUU HIP ?

23 Juni 2020, 10:25 WIB

Profesi Hukum di dunia Sepak Bola

21 Juni 2020, 06:41 WIB

Pak Amir dari Cikapundung

18 Juni 2020, 06:46 WIB

Corona dan Oligarki Pilkada

16 Juni 2020, 05:06 WIB

Corona dan Anggaran Dinas

14 Juni 2020, 07:29 WIB

Karena Takut

11 Juni 2020, 09:34 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X