Senin, 24 Februari 2020

Alogami Politik

- 23 April 2019, 00:04 WIB
Pilpres 2019/DOK. PR

UNTUK kesekian kalinya, vitalitas demokrasi masyarakat Indonesia diuji. Setelah lebih dari tujuh bulan ditarik-tarik kekuatan politik, kini emosi warga diaduk-aduk hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei dan klaim kemenangan kedua kubu.

Padahal, KPU (Komisi Pemilihan Umum) belum juga tuntas melakukan rekapitulasi hasil pencoblosan.

Warga seakan mendapatkan saluran untuk menumpahkan segala emosinya di media sosial. Jejaring media sosial tidak lagi menjadi senjata orang-orang yang lemah (the weapon of the weak), atau sebaliknya, perkakas orang-orang perkasa, tetapi menjadi medan terbuka bagi siapa saja yang ingin menumpahkan rasa.

Pengguna lini masa bebas memproduksi dan mengonsumsi rumor dan memainkan parodi sebagai mekanisme produksi kebenaran (Baym, G., & Jones, J. P. 2012,  “News parody in global perspective” in  Popular Communication, 10(1–2), 2–13).

Demokratisasi komunikasi benar-benar terjadi di sini, meski kadang tanpa rambu-rambu yang membatasinya.

Begitu kontestasi di darat mereda, “perang” di udara malah memuncak. Sebagian orang melihat apa yang terjadi di media sosial usai hari pemungutan suara sebagai antitesis dari apa yang tersaji di media arus utama yang tidak lepas dari campur tangan politik.

Sebagian lainnya menempatkan realitas yang tersaji di media sosial dan media arus utama sebagai pertentangan antara empirisme versus rasionalisme, khususnya terkait tayangan hasil hitung cepat yang tidak secara rinci menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip statistika dan kaidah metodologi dijalankan dalam proses hitung cepat.

Adakah yang berubah?

Dikaji dari sudut pandang yang “optimistik”, perang di dunia maya merupakan kanalisasi konflik. Sejauh tidak merugikan orang lain dan melanggar hukum, pertengkaran di media sosial masih bisa dimaklumi. Di luar media sosial, tidak ada alasan untuk bertengkar.

Halaman:

Editor: Karim Suryadi

Tags

Komentar

Terkini

Restu Pemerintah untuk Liga 1 2020

23 Februari 2020, 13:32 WIB

Siklus Padi di Halimun

20 Februari 2020, 06:00 WIB

Wisata Halal

18 Februari 2020, 17:26 WIB

Seputar Ayam Bandung

13 Februari 2020, 06:00 WIB

Kritik Para Raja

11 Februari 2020, 15:40 WIB

Koran Pikiran Rakyat & PERS(ib)

9 Februari 2020, 11:57 WIB

Nama Makanan yang Terinspirasi Alam

8 Februari 2020, 06:00 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X