Selasa, 2 Juni 2020

Buku Puisi dari Ombudsman

- 11 April 2019, 19:04 WIB
BASISIR Langit/BUKALAPAK

DARI Surachman RM, kita membaca tiga kumpulan sajak Sunda yaituSurat Kayas (1967), Basisir Langit(1976), dan Di Taman Larangan (2012). Dua judul pertama terbitan Balai Pustaka di Jakarta sedangkan judul ketiga terbitan Kiblat Buku Utama di Bandung.

Kumpulan sajak Surat Kayas diperindah dengan sejumlah gambar ilustrasi karya seniman Yus Rusamsi, juga gambar jilid dari mendiang seniman Popo Iskandar. Kedua koleksi puisi sesudahnya tidak seartistik itu dalam reka bentuknya.

Surachman RM, penyair kelahiran Garut pada 1936, dikenal sebagai pakar hukum. Semasa Gus Dur jadi presiden, Surachman RM bergiat di Ombudsman, pejabat yang menangani pengaduan orang banyak.

Terbayang jauhnya jarak antara bahasa puisi dan bahasa hukum. Yang satu konotatif, yang lain denotatif. Orang yang mengenal keduanya kiranya punya perbandingan ungkapan yang sangat kaya.

Yang pasti, dalam kumpulan sajak Basisir Langit ada sajak “Sakitan” yang mengacu ke ruang pengadilan. Dalam sajak ini, seorang lelaki menyadap getah dari pohon karet milik orang lain. Ia miskin dan ia dihukum kurungan 15 bulan.

Lukisan penderitaan, sebagaimana gambaran kerusakan alam dan tatanan sosial, juga permenungan mengenai rapuhnya hidup dan mutlaknya maut, hadir dalam ketiga kumpulan ini.

Banyak idiom yang dipungut dari alam. Warisan tradisi lisan juga ikut mewarnai cara penyair memperdengarkan suaranya. 

Beberapa sajak berupa balada. “Balada Bapa Kolot” dalam Surat Kayas, misalnya, menyajikan lukisan penderitaan seorang lelaki tua yang berasal dari desa. Lelaki tua itu menggelandang di kota karena desanya tidak aman. Ia akhirnya tewas tergilas kereta.

Frase “basisir langit”, yang dijadikan judul buku kedua, terdapat dalam sajak terakhir dalam buku pertama. Sajak itu berjudul “Sisi Kawah”, yang baris-baris penghabisannya berbunyi, “Ayeuna teu eureun-eureun teuteupna/ka lebah di mana ayana basisir langit”.

Halaman:

Editor: Hawe Setiawan


Tags

Komentar

Terkini

Mendadak New Normal

1 Juni 2020, 08:55 WIB

Madah Persapuan

28 Mei 2020, 06:00 WIB

Ketika Budak Menjadi Raja

26 Mei 2020, 09:52 WIB

Bibliografi D.D.

21 Mei 2020, 07:43 WIB

Praktik Baik di Masa Pandemik

19 Mei 2020, 10:43 WIB

Jejak Bus Kota Robur di Bandung

16 Mei 2020, 06:00 WIB

Maut dan Bersin

14 Mei 2020, 09:12 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X