Konten TV Tak Bermutu Plus Tingkat Pendidikan Rendah, Masa Depan Chaos

- 14 September 2021, 16:31 WIB
Ilustrasi mutu siaran TV.
Ilustrasi mutu siaran TV. /Pikiran Rakyat/Yusuf Wijanarko

Baca Juga: 9 Kontroversi KPI, Spongebob Brutal hingga Blackpink Vulgar

Masyarakat yang menyaksikan acara TV berasal dari berbagai macam latar belakang mulai dari kalangan berpendidikan rendah sampai mereka yang berpendidikan tinggi. Kedua kalangan tersebut yang menyimak acara TV akan menyerap dampak berbeda.

Masyarakat dengan level pendidikan tinggi, mungkin dapat menyaring informasi jika acara TV tidak baik untuk dilihat.

Masyarakat dengan level pendidikan rendah mungkin tidak menyaring informasi sehingga dapat terbawa dengan informasi yang diberikan oleh acara TV tersebut.

Faktanya, sebagian besar penduduk di Indonesia masih berpendidikan rendah. Berdasarkan data BPS 2019, sekira 10 persen penduduk Indonesia yang dapat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Pendidikan yang rendah ditambah suguhan acara-acara TV tidak bermutu akan berdampak pada pola pikir masyarakat Indonesia pada masa yang akan datang.

Baru-baru ini, salah satu stasiun TV menampilkan artis yang baru saja keluar dari tahanan dengan kasus pelecehan seksual.

Baca Juga: KPI Kehilangan Roh, Rajin Bikin Kontroversi

Hal yang disayangkan adalah penampilan artis tersebut seakan-akan sosok yang luar biasa. Hal itu memicu kehebohan di internet, netizen beralasan bahwa artis tersebut tidak dapat dijadikan contoh baik.

Sehingga, para netizen menyerukan pemboikotan artis tersebut. Aksi menyerukan aksi boikot artis bukanlah hal pertama yang dilakukan netizen.

Beberapa artis juga pernah menjadi korban boikot. Aksi pemboikotan bukan tanpa alasan. Hal itu muncul karena stasiun TV tidak dapat menyaring acara yang pantas dipertontonkan atau tidak masih kurang ketat.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X