Kualitas Demokrasi Indonesia 2021 Diprediksi Jatuh, Efek Hegemoni Politik dan Belenggu Kebebasan Sipil

- 15 September 2021, 06:05 WIB
Mural di Jakarta, Selasa 24 Agustus 2021.
Mural di Jakarta, Selasa 24 Agustus 2021. /Antara/Galih Pradipta

Baca Juga: Mayoritas Warga Sanjung Kerja Jokowi, Indeks Demokrasi Indonesia Memburuk

Laporan tersebut mengungkap, dua dari lima indikator penilaian turun cukup tajam yakni variabel kebebasan sipil dan budaya politik yang masing-masing terjun bebas lebih dari 20 persen.

Dari berbagai pelanggaran demokrasi yang terjadi belakangan mulai dari penangkapan aktivis, pembubaran demonstrasi, represifnya aparat, sampai pembungkaman masyarakat lewat peretasan media sosial, semuanya kian mengafirmasi laporan penurunan indeks kualitas demokrasi Indonesia.

Fakta itu juga seharusnya mampu menjadi refleksi bagi kita semua atas nasib dan eksistensi demokrasi ke depannya.

Faktor pemicu

Dengan meminjam analisis yang disampaikan Wasisto Raharjo Jati, hal pertama yang penting untuk dicatat soal menurunnya kualitas demokrasi Indonesia adalah peran aktif militer dalam kehidupan sipil.

Dibandingkan SBY, Jokowi sangat memberi tempat kepada militer dalam berbagai sektor publik, mulai dari pertanian, penanggulangan bencana alam, keamanan transfortasi publik, dan jadi bagian penting dari satuan tugas Covid-19.

Baca Juga: Demokrasi dan Maling Uang Rakyat (Korupsi), Menepis Syahwat Kekuasaan

Peran intelijen juga sedemikian intens dalam mengawasi akun media sosial. Termasuk indikasi adanya intimidasi via nomor tidak dikenal kepada mereka yang kontra terhadap kebijakan pemerintah.

Kondisi itu menunjukkan bahwa tentara dan polisi kini secara ketat mengawasi interaksi sosial dalam dunia maya maupun nyata. Hal itu jelas sangat berdampak pada turunnya kualitas demokrasi.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X