Equinox Hari Tanpa Bayangan, Alarm Alami Mitigasi

- 12 September 2021, 13:18 WIB
Ilustrasi matahari terbenam.
Ilustrasi matahari terbenam. /Pixabay/Hans Braxmeier

PIKIRAN RAKYAT - Fenomena equinox yang terjadi lagi tahun ini merupakan peristiwa astronomi. Equinox berasal dari bahasa latin yaitu aequus yang memiliki arti ‘sama/tidak memihak’, dan nox yang memiliki arti malam’.

Secara harfiah, equinox mengandung arti peristiwa terjadinya siang dan malam dengan durasi yang sama panjang, 12 jam.

Dalam setahun, equinox terjadi dua kali, Maret dan September. Hal itu merupakan bagian dari pengaruh bumi yang berevolusi mengelilingi matahari.

Bumi berputar mengeliling matahari setiap tahunnya dengan sumbu kemiringan 23,5 derajat. Peristiwa itu dikenal sebagai revolusi bumi.

Baca Juga: Kapan Bisa Menyaksikan Hari Tanpa Bayangan Matahari? Lapan Beri Penjelasan

Dampak revolusi bumi adalah terjadinya gerak semu tahunan matahari. Ketika Maret dan September, matahari tepat berada di garis khatulistiwa.

Pada Juni berada di lintang 23,5 derajat Lintang Utara (LU), serta Desember, garis edar matahari berada di 23,5 derajat Lintang Selatan (LS).

Oleh karena itu, ketika Juni, pada pagi hari matahari terbit di antara arah timur dan utara, agak bergeser sedikit ke kiri dari timur, atau muncul dari timur laut. Kebalikannya ketika Desember, matahari terbit agak ke kanan dari timur.

Ketika equinox, pada pukul 12 siang, ketika cuaca cerah, bayangan tubuh tidak terlihat karena matahari berada di atas ubun-ubun.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X