Memindahkan Ibu Kota Negara, Memindahkan Masalah

- 2 September 2021, 06:05 WIB
Monumen Nasional.
Monumen Nasional. /Antara

PIKIRAN RAKYAT - Beberapa waktu yang lalu, perbincangan publik—baik di media sosial maupun media publik lainnya—viral membicarakan rencana perpindahan ibu kota negara.

Presiden Jokowi sedemikian menggebu dan ingin serba cepat merealisasikan gagasan besar ini.

Bahkan program ILC di TV One secara khusus membincangkan persoalan ini dengan mengangkat tema “Perlukah Ibu Kota negara dipindahkan?”.

Meminjam bahasa Fadhil, sangat disayangkan pemerintah tetap mengikuti egonya sendiri untuk meneruskan rencana pemindahan ibu kota negara. Hal ini tecermin dari aksi peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan calon ibu kota baru.

Pro dan kontra atas rencana ini tidak terhindarkan. Ada yang menilai rencana tersebut sebagai sebuah gagasan besar dan strategis untuk kemajuan bangsa, namun ada yang menilai rencana ini sebagai sebuah gagasan gila, pengalihan opini dan kental nuansa politis, di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang masih terpuruk.

Baca Juga: Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021 Melejit, Rakyat Masih Terjepit

Gagasan perpindahan ibu kota

Jokowi dengan penuh optimistis memimpin rapat terbatas sebagai tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota negara. Pada pandangannya pemindahan ibu kota sebagai sebuah pemikiran yang visioner dan menjangkau ke depan untuk berselancar dengan era global yang kompetitif dan menuju negara maju.

Ada dua pertimbangan, saat ini Jakarta sebagai ibu kota negara; memiliki beban sebagai pusat pemerintahan dan pusat pelayanan publik serta bisnis.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X