Dian Purnama Alam

- 24 Januari 2021, 14:41 WIB
Ilustrasi puisi
Ilustrasi puisi /Pixabay/Pexels

 

PIKIRAN RAKYAT - Sawala budaya mengenai Wawacan Purnama Alam karya mendiang Suriadiredja dari dasawarsa 1920-an terselenggara dalam kaitannya dengan pameran karya instalasi seniman Tisna Sanjaya di dalam bangunan bekas Bioskop Dian di Bandung.

Tisna berikhtiar mengingatkan orang banyak akan perlunya merawat dan menghidupkan lagi warisan arsitektural Bandung yang begitu lama terbengkalai. Ia pun berikhtiar menjadikan kegiatan artistiknya penggugah interaksi kultural yang lebih luas.

Sempat ia mendengar orang menyebut-nyebut Wawacan Purnama Alam. Saya menduga, Tisna pertama-tama tertarik oleh kata “alam”: selokan warna-warni di Cigondewah atau padi-padi menguning dalam lukisan Jelekong. Saya bilang, biar jelas, baiklah kita bikin sawala.

Baca Juga: Karena Curah Hujan Tinggi, 10 Titik Genangan Menyebar di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta 

Wawacan dan Hidup Komunal

Dalam wawasan saya, wawacan adalah puisi nyanyi atau kisah dalam metrum. Bentuk karangan ini terdiri atas untaian puisi terikat yang disebut dangding atau guguritan. Aturannya sudah baku, antara lain mengenai jumlah suku kata pada tiap larik dan jumlah larik pada tiap bait. Gita yang diserap dari kebudayaan Jawa ini pada dasarnya merupakan tulisan yang digubah untuk dilantunkan.

Itu sebabnya, menurut pendapat saya, tidak cukup jika kita membicarakan wawacan hanya dengan memperhatikan teksnya. Wawacan adalah karya yang hidup dalam presentasi. Dalam sawala kali ini, Ceu Étti R.S., penyair Sunda senior yang diberkati kemampuan melantunkan dangding, diajak pula menyanyikan beberapa petikan dangding dari Wawacan Purnama Alam.

Wawacan merupakan genre literer yang telah silam. Namun, sebetulnya, hingga kini masih terbit karangan baru dalam genre ini. Wawacan Putri Sekar Arum karya filolog  Cucu Suhartini, misalnya, terbit pada 2020, satu-satunya buku wawacan di antara 23 judul buku berbahasa Sunda yang terbit dalam setahun terakhir.

Baca Juga: Berhasil Galang Dana Rp3 Miliar untuk Korban Bencana, Rachel Vennya: Merinding

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dian Purnama Alam

24 Januari 2021, 14:41 WIB

Prostitusi di Apartemen

24 Desember 2020, 13:56 WIB

Quo Vadis Olahraga Profesional Indonesia

7 Desember 2020, 08:38 WIB

Diego Maradona, Puncak Duka 2020

26 November 2020, 09:19 WIB

Arema yang Mana

16 November 2020, 15:14 WIB

Menjadi Ayah

13 November 2020, 19:28 WIB

Pertaruhan Nyawa Bulu Tangkis

4 November 2020, 12:08 WIB

Pikiran Jurnalis

25 Oktober 2020, 17:43 WIB

Sekarang KPK sudah Menjadi Biasa Saja

21 Oktober 2020, 09:58 WIB

Membaca Bandung

14 Oktober 2020, 08:31 WIB

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X