Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Berawan, 20.8 ° C

Panduan Berwisata ke Pulau Belitung

T Bachtiar
T Bachtiar

T Bachtiar

Anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung

BONGKAHAN batu raksasa menjadi daya tarik wisata di Belitung/T BACHTIAR
BONGKAHAN batu raksasa menjadi daya tarik wisata di Belitung/T BACHTIAR

DARI sekian ribu wisatawan yang datang ke Pulau Belitung, tujuan utama mereka adalah untuk mengunungi kemegahan batu granit dan berfoto di sana. Tak sampai hitungan menit, foto-foto berlatar batu granit itu sudah beterbangan di dunia maya.

Bila informasi tentang batu granit itu bagus, akan memberikan informasi yang menyeluruh tentang proses pembentukan batu granit, sehingga dipahami oleh kebanyakan wisatawan, maka kegiatan wisata menjadi media pembelajaran. 

Granit yang sudah terangkat dari kedalaman perut bumi ke permukaan, setelah dipengaruhi oleh unsur cuaca, yang menyebabkan batu granit tersebut membelah, mengelupas, melapuk, membentuk batu granit yang khas seperti yang dapat dilihat saat ini.

Bentuk batu granit itu tidak akan pernah tetap, tapi akan terus berubah. Batu granit yang tersebar di Belitung Barat, seperti di Tanjungpandan, Tanjungkelayang, Tanjungtinggi, Pulau Kepayang, dan Pulau Lengkuas, umurnya 200-180 juta tahun. Batuan granit raksasa inilah yang sekarang menjadi daya tarik wisata yang populer.

BONGKAHAN batu raksasa menjadi daya tarik wisata di Belitung/T BACHTIAR

Sementara batu granit yang terdapat di selatan Pulau Belitung, seperti yang terdapat di Pantai Penyabong, Pantai Kelumpang, termasuk Bukit Baginda yang berada di daratan, granitnya berumur 180-135 juta tahun.

Granit yang paling muda, tersebar di pantai timur, seperti di Pantai Burungmandi dan di Gunung Bolongtanjung, yang umurnya 135-70 juta tahun.

Pulau Belitung sudah ditetapkan menjadi taman bumi. Ada tiga hal penting dalam pengelolaan taman bumi, yaitu konservasi, pendidikan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Suatu kawasan taman bumi akan menjadi bermakna karena keragaman bumi, hayati, dan budaya itu dapat menjadi sumber belajar melalui kegiatan geowisata. Geowisata menjadi bernilai karena adanya informasi kebumian, hayati, dan budaya bagi wisatawan.

Di Pulau Belitung terdapat batu granit raksasa yang menjadi daya tarik utama wisatanya.

Ada beberapa panduan untuk berwisata di Pulau Belitung yaitu:

1. Menentukan kapan akan geowisata di Pulau Belitung itu sangat penting, karena berhubungan dengan musim penghujan dan musim kemarau.

Apalagi bila berkeinginan untuk mengunjungi pulau-pulau kecil yang dicapai dengan menyebrang memakai perahu. Paling optimal mengatur jadwal kunjung geowisatanya antara bulan April sampai Agustus.

2. Buatlah rencana perjalanan yang rinci sesuai dengan waktu yang dimiliki. Pelajari dalam peta digital yang tersedia dalam telepon pintar, untuk mengukur jarak dan waktu tempuh antara satu tujuan wisata dengan tujuan wisata berikutnya.

3. Setelah mengetahui jarak dan waktu tempuh, buat rencana perjalanan dengan rinci, tujuan wisata mana yang akan dikunjungi, baik yang ada di pantai, maupun yang ada di daratannya.

Dengan cara itu akan diketahui berapa tujuan wisata yang dapat didatangi setiap harinya. Bila memiliki waktu dua atau tiga hari, maka perlu ada prioritas tujuan wisata mana yang akan dikunjungi.

4. Pada hari libur panjang atau pada hari libur sekolah, Pulau Belitung banyak dikunjungi wisatawan.

Untuk kenyamanan geowisata, pastikan dari awal untuk memesan hotel, penginapan, atau homestay dan menyewa kendaraan selama di sana. Bila menginginkan suasana tidak terlalu ramai, datanglah pada bulan-bulan di luar libur sekolah.

5. Secara umum suhu udaranya panas, seperti suhu di pantai-pantai lainnya, dengan matahari yang terik. Persiapkan perlengkapan untuk suhu dan terik matahari, seperti topi dan tabir surya.

6. Sangat dianjurkan untuk membawa air minum dan makanan ringan, terutama pada saat mengujungi pulau-pulau yang harus berperahu terlebih dahulu, seperti Pulau Lengkuas dan Pulau Pasir. Dalam pelayaran menuju ke Pulau Lengkuas, dapat memotret dari dekat Batu Burung Garuda dan Batu Berlayar.

7. Bawalah obat-obatan pribadi maupun obat umum, seperti obat sakit kepala, sakit perut, obat luka, lotion anti nyamuk, terutama bila akan berwisata di hutan mangrove.

8. Atraksi wisata alam yang paling banyak diminati adalah mengunjungi bongkah-bongkah raksasa batu granit, seperti di Tanjung Kelayang, Pantai Membalong, dan Tanjung Tinggi. Selain itu ada granit raksasa di darat, seperti Batu baginda dan Batu Keseimbangan.

9. Tujuan wisata di Pulau Belitung yang masih belum banyak diketahui wisatawan adalah tujuan wisata konservasi di Batumentas, Desa Kelekakdatuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

Lingkungannya sangat nyaman, suasananya alami, lingkungan hutanhujan tropis, air sungai yang jernih, airterjun, dan terdapat binatang kecil yang paling langka di Belitung, yaitu tarsius.

10. Pulau Belitung pernah berjaya sebagai penghasil timah, maka bekas tambang terbuka di Kikarak, Klapakampit, perlu untuk dikunjungi, demikian juga Danau Kaolin di Perawas, Tanjung Pandan.

11. Pulau Belitung menjadi terkenal kembali pascapenambangan timah adalah karena novel Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata, sukses menjadi novel dan film layar lebar yang digemari dan laris, sehingga turut mengangkat kembali nama Pulau Belitung.

Mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata di Gantong, sudah sepaket dengan mengunjungi replika SD yang dijadikan tempat shooting film Laskar Pelangi.

12. Jangan dilewatkan kopi dan camilan khas Belitung, serta gulai ikan dengan bumbu asam-segar, yaitu gangan, dan masakan ikan laut lainnya.***

Bagikan: