Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Umumnya cerah, 19.6 ° C

Para “Penyusup” di GBK

Eko Noer Kristiyanto
Eko Noer Kristiyanto

Eko Noer Kristiyanto

Peneliti Hukum di Kementerian Hukum dan HAM

PERSIJA vs Persib Bandung/ANTARA
PERSIJA vs Persib Bandung/ANTARA

TELEFON genggam saya berdering usai pertandingan antara Persija dengan Persib Bandung di Gelora Bung Karno (GBK), Rabu 10 Juli 2019. Ada panggilan dari kolega yang bekerja di Polda Metro Jaya. Kolega tersebut mengatakan bahwa mereka menangkap puluhan suporter sepak bola.

Sebelum dia melanjutkan ceritanya, saya langsung memotong dan mengatakan, "Puluhan orang tersebut adalah Jakmania yang ber-KTP Jawa Barat sehingga dicurigai sebagai bobotoh Persib. Berita tentang itu sudah menyebar luas di media daring utama seperti Detik.com."

Akan tetapi, perasaan khawatir masih menyelimuti karena saya yakin di stadion pasti ada saja bobotoh yang tetap hadir langsung meski telah ada imbauan kepolisian dan operator liga agar pendukung Persib Bandung tak hadir di GBK.

PERSIJA vs Persib Bandung/ANTARA

Melalui media sosial, saya menemukan jawaban, ternyata memang benar ada beberapa orang yang menyebarkan kehadiran mereka melalui media sosial, khususnya Instagram. Mereka menunjukkan gelang tiket pertandingan serta pemandangan di sekitar tempat pertandingan.

Penelusuran saya berlanjut hingga kabar evakuasi keluar stadion terhadap beberapa orang yang diduga bobotoh. Beberapa video yang menjadi viral memperlihatkan momen ketika suporter Persija memergoki kehadiran bobotoh di sekitar mereka. Untunglah tak ada korban jiwa dan itu adalah kabar baik paling utama.

Logika suporter

Setelah insiden tewasnya Haringga Sirla, seorang pendukung Persija Jakarta di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tahun lalu, semua pihak melakukan pendekatan yang berbeda yaitu bersama-sama melakukan aksi simpatik, tidak saling menyalahkan dan berjanji menjadikannya kejadian terakhir.

Sekadar mengingatkan, sebelum Haringga Sirla, keluarga besar bobotoh telah kehilangan Ricko Andrian dan Rangga Cipta Nugraha dalam peristiwa berbalut laga Persib Bandung  vs Persija.

PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N'Douassel berebut bola di udara dengan pemain Persija Ryuji Utomo pada pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.*/ANTARA

Ketika risiko yang dihadapi begitu besar hingga hilangnya nyawa, tentu banyak orang tak habis pikir tentang apa yang ada di benak para suporter yang tetap ingin hadir di stadion ketika tim kebanggaannya dijamu tim lawan. Bisa jadi jawabannya adalah tentang eksistensi semata.

Secara psikologis, memang ada motif yang membuat seseorang menjadi merasa lebih keren dan hebat ketika melakukan hal yang tak semua orang bisa atau berani melakukannya. Hal itu terkonfirmasi dalam aksi pamer di media sosial yang ditunjukkan mereka yang masuk dan duduk di tribun GBK saat Persib Bandung melawan Persija.

Meski demikian, saya tahu banyak juga bobotoh yang masuk dan menyaksikan langsung pertandingan tetapi tidak pamer. 

Saya menunda unggahhan keberadaan di GBK hingga pertandingan usai dengan dua alasan. Pertama, mencegah dan tidak menginspirasi bobotoh untuk hadir ke GBK. Melalui pesan di akun Instagram, saya menerima banyak konfirmasi bobotoh yang akan hadir. Mereka menyebutkan sektor dan pintu masuk berdasarkan tiket. Alih-alih bersedia bertemu, saya justru mengimbau mereka agar tidak hadir walau telah memiliki tiket.

Kedua, agar tidak memancing Jakmania melakukan sweeping di stadion karena menyadari adanya kehadiran suporter Persib Bandung di GBK. Masih tentang logika suporter sepak bola, jika satu pihak merasa keren saat sukses menonton di stadion lawan, suporter tuan rumah akan merasa kecolongan, hina, dan dipermalukan jika stadion kebanggaan mereka “dicemari” hadirnya suporter lawan.

Terlepas dari itu semua, kehadiran bobotoh saat Persija menjamu Persib Bandung di Jakarta adalah suatu keniscayaan karena selain akses Bandung-Jakarta yang relatif mudah, orang-orang Priangan yang notabene pendukung Persib Bandung memang banyak berdomisili di Jakarta.

Belum lagi para bobotoh yang tinggal di kota penyangga Jakarta seperti Bogor, Bekasi, Depok atau Tangerang. Pernah ada satu masa ketika begitu banyak bobotoh Persib Bandung yang dipergoki Jakmania dan segera dievakuasi aparat keamanan. Saya lupa persis tahunnya, tetapi ketika itu laga berakhir imbang 2-2 dan Persib Bandung masih diperkuat Cristian Gonzales. Hal itulah yang diingat karena penyebab puluhan bobotoh dipergoki adalah ketika Gonzales mencetak gol pada saat yang tak diduga.

Hampir semua bobotoh yang saya temui di tempat evakuasi mengatakan hal yang sama. Mereka secara spontan berteriak dan begitu ekspresif ketika Gonzales mencetak gol. Alhasil, suporter tuan rumah di sekitar mereka menjadi curiga dan bereaksi, beberapa terkena pukulan. Namun sekali lagi, kabar baiknya adalah tak ada satu pun dari mereka yang meregang nyawa.***

Bagikan: