Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.505,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

Wisata Alam Akhir Tahun

T Bachtiar
T Bachtiar

T Bachtiar

WILAYAH Indonesia dianugerahi bumi dengan dinamika yang tinggi dan rumit, yang telah meninggalkan jejak berupa rona bumi dengan bentang alam yang sangat beragam. Ada laut hingga pantai dengan gelora ombak yang tinggi dan laut yang tenang, ngarai yang dalam yang di dasarnya mengalir sungai, dan adanya danau-danau alami yang luas. Ada bentangan tebing yang curam, gunungapi yang selalu mengepulkan asap belerang, dan rangkaian pegunungan hingga puncak bersalju.

Keadaan rona bumi yang beragam, dengan cuaca dan iklim yang dinamis, telah memberikan ruang bagi tumbuhan untuk menyesuaikan diri, berbunga, dan berbuah dengan baik, yang telah mengundang berbagai binatang untuk datang dan menjadikan berbagai kawasan yang berbeda itu menjadi rumahnya yang telah memberikan kesempatan dengan baik untuk berkembang-biak.

Bagaimana manusia penghuninya beradaptasi dengan keadaan rona bumi itu dengan lahirnya cara hidup yang indah. Rumah-rumah dibangunan sesuai irama alam, ornamen-ornamennya merupakan gambaran dari kehidupan keseharian mereka, tentang perburuan, binatang, mitos, dan tumbuhan yang berkaitan dengan religi dan pengobatan. Alat-alat perburuan, perahu, keranjang, topi, pakaian, semuanya dirancang sangat fungsional dan dari bahan-bahan yang ada di sekitar mereka hidup. Bagaimana mengolah hasil perburuan, tangkapan ikan di sungai dan rawa atau danau, diolah menjadi makanan yang lezat.

Keragaman bumi, hayati, dan kebudayaan yang khas itulah yang menjadi daya tarik bagi banyak orang dari kawasan lain untuk berkunjung, untuk saling bertukar pengetahuan, perkakas, benih tumbuhan, teknologi bertani, berburu, dan lain-lain.

Atraksi wisata alami itu merupakan segala sesuatu yang terdapat di suatu daerah yang dapat menarik wisatawan dengan berbagai alasannya untuk berkunjung ke daerah itu, apakah karena tempatnya yang nyaman, rona buminya yang indah menakjubkan, atau mempunyai nilai sejarah yang penting.

Atraksi wisata yang bersifat alami itu kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang sudah jenuh dengan kehidupan perkotaan yang seragam dan membosankan. Keadaan kota seperti inilah yang memberikan sumbangan terbesar yang menyebabkan kegiatan wisata alam menjadi kecenderungan dalam kegiatan berwisata.

Hal lain yang telah mendorong banyak orang untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat yang alami itu adalah karena adanya media sosial yang dapat mengunggah berbagai tayangan berupa foto dan video. Alat fotografi sudah dimiliki oleh hampir semua orang yang sudah terpasang di hp-cerdasnya. Inilah yang mempermudah foto dan film diunggah ke media sosial, karena media sosial itu tidak mengenal strata sosial, sehingga siapapun dapat merekam ceritanya, baik berupa cetatan, foto, maupun film, yang dapat diunggah ke media sosial secara berbarengan, langsung setelah pengembilan gambar itu selesai dilakukan.

Kegiatan berwisata di alam terbuka yang semakin ramai, menuntut kesiapan pengelola wisata alam, bagaimana kegiatan itu dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan pulang membawa pengalaman langsung dan pengetahuan. Pelatihan bagi para pengelola wisata alam tentang bagaimana menyelenggarakan wisata alam dengan aman dan nyaman,perlu terus dilakukan.

Wisatawan itu menginginkan adanya kepastian biaya, seperti: ongkos ojeg, tarip sewa jeep, biaya sewa sepeda, dan transportasi lainnya, biaya menginap di rumah tinggal dengan beragam fasilitas dan layanan, harga makanan di warung, sewa ban dalam, pelampung, dll., sehingga wisatawan sudah dapat menghitung biayanya sebelum melakukan perjalanan.

Selain pengelola, wisatawan pun harus mempersiapkan diri bila akan mengikuti kegiatan wisata alam, karena kegiatannya berada di alam terbuka, seperti di pantai untuk berselancar, berenang, dan berperahu, naik bukit atau gunung, di sungai dengan berarungjeram, berperahu, menelusuri goa, menjelajah hutan, atau mengamati tumbuhan dan binatang.

Wisatawan harus tahu tentang perlengkapan dan pakaian yang dibawanya, harus menyesuaikan dengan kondisi medan yang dijadikan tempat berkegiatan, apakah banyak berkegiatan di air, di pantai, di hutan, atau di gunung. Berapa lama kegiatan itu akan dilaksanakan, sehingga akan berpengaruh pada lama waktu menginap, lama hari kegiatan, yang semuanya itu akan berpengaruh pada jumlah pakaian yang dibawa, seperti harus membawa pakaian dengan jenis kain tertentu, jumlahnya, jenis sepatu, jumlah makanan, air minum, dan alat masak (bila jauh dari penduduk).

Pada libur panjang, kegiatan wisata alam akan semakin banyak jumlah pengunjungnya. Oleh karena itu perlu kesiapan penyelenggara, misalnya tentang petunjuk tentang tata cara buang hajat besar di gunung.

Kegiatan wisata alam yang berada di pedesaan harus melibatkan warga agar wawasan dan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup terus meningkat, sehingga warga desa memperoleh keuntungan ekonomi dan pengetahuan secara adil dari kegiatan pariwisata. Di sinilah manfaat wisata alam itu akan dirasakan langsung oleh warga desa, dan akan mengungkit perekonomian desa lebih pesat.*
Bagikan: