Calon Haji Asal Indonesia Dipuji, Terdidik dan Suka Membantu

- 21 Juni 2022, 09:40 WIB
Kedatangan jemaah calon haji asal Indonesia, gelombang kedua, Juni 2022.
Kedatangan jemaah calon haji asal Indonesia, gelombang kedua, Juni 2022. /Pikiran Rakyat/Moh Arief Gunawan

PIKIRAN RAKYAT - Indonesia beroleh pujian soal penyelenggaraan ibadah haji. Salah satu pujian itu datang dari Naif Alaboud, pengelola sebuah penginapan jemaah asal Indonesia di kawasan Syisyah, Mekah.

Menurut dia, dibandingkan dengan negara-negara lain, perhatian dan pengurusan Pemerintah Indonesia terhadap jemaah hajinya lebih baik, jelas, dan profesional.

“Jemaah diperhatikan dan diurus dengan baik dalam hal pemondokan, transportasi, dan konsumsi. Pemerintah Indonesia memeriksa semuanya dan rapi,” katanya pada saat penyambutan jemaah asal Indonesia di Hotel Sulthan, Mekah, Minggu 19 Juni 2022 malam, seperti diberitakan Media Center Haji.

Naif merupakan seorang insinyur yang juga pengajar konstruksi manajemen di Universitas Ummulqura, Madinah.

Baca Juga: Keluarga Ridwan Kamil Sudahi Masa Berkabung, Ribuan Karangan Bunga untuk Eril Bakal Disulap Jadi Karya Seni

Ia juga merupakan salah seorang putra dari pemilik Hotel Sulthan. Hotel ini menjadi salah satu pemondokan jemaah haji Indonesia di Mekah.

“Selama 15 tahun, saya aktif pelayanan haji dari berbagai negara. Selama 10-12 tahun terakhir, saya bekerja sama melayani jemaah haji Indonesia,” katanya.

Ia mengakui, Pemerintah Indonesia memiliki proses yang jelas dan tim yang profesional. Tak heran jika semua bidang, mulai dari transportasi, pemondokan, kesehatan, hingga konsumsi, ditangani secara profesional untuk jemaah haji.

“Mereka mengecek dan mengecek kembali persiapan sebelum jemaah tiba di Mekah,” tuturnya.

Baca Juga: Jokowi Ulang Tahun ke-61, Luhut Binsar Tulis Pesan Menyentuh Selama 8 Tahun Mengabdi

Pada kesempatan itu, Naif juga juga mengapresiasi perilaku jemaah Indonesia. Menurut dia, jemaah haji Indonesia itu istimewa.

”Sesuai pengalaman menjamu jemaah dari berbagai negara, keistimewaan jemaah Indonesia adalah jemaah yang baik-baik, fokus, terdidik, dan suka membantu. Jemaah dari negara lain memiliki budaya dan perilaku berbeda-beda,” katanya.

“Jemaah Indonesia terbuka, baik, tahu tanggung jawabnya. Sebagian jemaah mungkin berasal dari pelosok, tapi mereka baik, sabar, suka menolong, baik orang itu berpendidikan tinggi atau tidak, dan murah senyum”.

Selama dua tahun tidak ada jemaah, khususnya dari Indonesia, karena pandemi, bagi Naif, merupakan masa yang aneh.

“Ini kenangan yang sedih. Kami berharap tidak akan menghadapi masa suram seperti itu lagi,” ujarnya.***

Editor: Irwan Suherman


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x