Rabu, 27 Mei 2020

Hilal Tak Terlihat, Lebaran Minggu 24 Mei 2020, Simak Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah

- 23 Mei 2020, 07:42 WIB
PETUGAS mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali, Jumat (22/5/2020). Pengamatan Hilal dilakukan di 80 titik yang tersebar di 34 provinsi untuk menentukan 1 Syawal 1441 Hijriah. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj. /FIKRI YUSUF

PIKIRAN RAKYAT – Tidak terlihatnya hilal per Jumat, 22 Mei 2020 petang, mendorong penetapan awal Syawal 1441 Hijriah pada Minggu, 24 Mei 2020.

Pengumuman tanggal 1 Syawal 1441 Hijriah atau hari Idulfitri itu, disampaikan usa sidang isbat awal Syawal yang digelar Kementerian Agama di Jakarta.

Seperti diketahui hilal adalah bulan sabit, penampakan bulan baru yang jadi penanda datangnya tanggal satu bulan Kamariah. Bulan sesuai penanggalan kalender berbasis revolusi bulan terhadap bumi.

Baca Juga: Update Virus Corona di Dunia Sabtu, 23 Mei 2020, AS Catat Lebih dari 1.200 Kematian dalam Sehari

Berikut ini kami sarikan tata cara sholat Idulfitri di rumah, sesuai anjuran pemerintah, di tengah pandemi Covid-19.

"Semua melaporkan tidak melihat hilal (bulan baru). Oleh karena, metode hisab posisi hilal di bawah ufuk dan laporan perukyat tidak melihat hilal maka sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020," kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam telekonferensi persnya di Jakarta, Jumat, seperti dilaporkan Antara.

Adapun sidang isbat itu digelar dengan menaati protokol kesehatan COVID-19 dengan adanya pembatasan peserta untuk mengurangi potensi berkumpulnya undangan dalam kerumunan.

Dengan begitu, sidang hanya dihadiri beberapa tamu undangan sementara unsur pimpinan ormas Islam diundang sidang isbat melalui aplikasi pertemuan daring.

Baca Juga: Diagung-agungkan Donald Trump, Hidroklorokuin Ternyata Justru Banyak Bunuh Pasien COVID-19

Pembatasan juga berlaku bagi peliputan insan media yang tidak dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut tetapi dapat menyimak melalui siaran langsung di televisi yang ditunjuk dan via media sosial Kementerian Agama.

Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya mengatakan Kemenag menyebar perukyat di 80 titik di seluruh Indonesia.

Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

Baca Juga: Wamenhan Buka Strategi Ketahanan Kesehatan Lawan 'Musuh Tak Terlihat'

"Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informastif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat," katanya.

Tata cara sholat idulfitri di rumah

Dalam Fatwa yang dikeluarkan oleh MUI pun terdapat tatacara pelaksanaan Shalat Idul Fitri secara sendiri atau munfarid.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara, Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X