Kamis, 28 Mei 2020

Semakin Panjang, Daftar Haji di Indonesia Disarankan Dibuka sejak Masih Bayi

- 10 Februari 2020, 17:52 WIB
SAKING panjangnya daftar haji di Indonesia, pendaftarannya didorong dilakukan sejak masih bayi.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT – Dengan semakin panjangnya daftar tunggu haji, bahkan sampai 40 tahun, DPR mendesak agar ­pendaftaran ibadah haji bisa sejak bayi.

Demikian pula dengan setoran biaya haji juga perlu dinaikkan dari ­Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta ­sehingga nilai manfaatnya makin tinggi.

Hal itu terungkap dalam diseminasi pengawasan dana haji di Hotel Mason Pine, Padalarang, Minggu, 9 Februari 2020.

Baca Juga: Terburu-buru Kerja, Buruh Pabrik Sepatu di Majalengka Tewas Seketika saat Jatuh dari Motor

Acara menghadirkan narasumber yakni anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Suhaji Lestiadi, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Sjadzily, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Jabar Ajam Mustajam, Ketua Umum MUI Bandung Barat KH M Ridwan, dan Kepala Kemenag Bandung Barat Ahmad Sanukri.

Menurut Tubagus Ace Hasan, daftar tunggu haji di Indonesia sudah ada yang mencapai 40 tahun, terutama di Sulawesi Selatan.

 "Sementara di provinsi-provinsi lain rata-rata minimal 15 tahun seperti di Jawa Barat sudah 17 tahun. Daftar tunggu haji ini akan semakin panjang," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Pengedar Kokain dari Luar Negeri, Nanie Darham Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Kementerian Agama, menurut Ace Hasan, menentukan Muslimin yang bisa mendaftar haji apabila berusia minimal 12 tahun sehingga kalau daftar tunggu hajinya 40 tahun, baru bisa berangkat haji saat 52 tahun. 

"Di Malaysia sudah lama ditentukan bayi saja bisa didaftarkan untuk haji karena daftar tunggu hajinya sudah 60 tahun. Kemenag bisa meng­ubah aturan ini sehingga dari balita, bahkan bayi, sudah bisa didaftarkan untuk ibadah haji," katanya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X