Rabu, 3 Juni 2020

Jemaah Haji Jawa Barat 2020 Bertolak dari Bandara Kertajati, Kuota Jemaah Cadangan Nasional 5 Persen

- 31 Januari 2020, 08:25 WIB
MENTERI Agama Fachrul Razi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, usai penyerahaan Surat Keputusan pemberangkatan haji asal Jawa Barat dari Bandara Kertajati, di Terminal BIJB Kertajati, Selasa, 7 Januari 2020.* /TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

PIKIRAN RAKYAT – Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi memastikan jamaah haji asal Jawa Barat yang berangkat tahun ini akan mulai terbang dari Bandara Kertajati, Majalengka.

Menurut Fachrul, langkah ini dinilai strategis karena Bandara Kertajati dinilai sudah layak untuk penerbangan internasional.

Ini juga jadi upaya pemerintah untuk mengoptimalisasi bandara yang rampung dua tahun terakhir ini.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Gelapkan Uang Arisan Lebih dari Rp 100 Juta demi Gaya Hidup Konsumtif

"Karena sudah layak ya memang harus kita pakai. Karena kita siapkan untuk semua kegiatan penerbangan Jawa Barat nanti lewat sana," kata Fachrul usai rapat penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji di Komisi VIII Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 30 Januari 2020.

Fachrul berharap langkah menghidupkan Bandara Kertajati bisa menyenangkan warga Jawa Barat. Sebelum untuk haji, sekadar tiga pekan ke belakang bandara ini juga sudah digunakan untuk memberangkatkan jamaah umroh dari Jawa Barat.

"Mudah-mudahan dia akan lebih hidup lagi ke depan," ucap dia.

Baca Juga: Menghina TNI dan Prabowo Subianto di Facebook, Kurnadi Ditahan Polres Majalengka

Kemenag bersama Komisi VIII pun menyepakati empat maskapai yang akan memberangkatkan Jamaah Haji di tahun ini.

Jika biasanya hanya Garuda Indonesia Airlines dan Saudi Arabia Airlines, maka di tahun ini Citylink dan Flynas juga akan ikut membawa Jamaah Haji ke tanah suci. Kendati demikian, Fachrul memastikan ada sejumlah standar yang harus diperhatikan.

"Empat penerbangan membuat lebih kompetitif dari harga, tapi persyaratan pesawat tetap diperhatikan. Baik pesawat yang harus usia muda dan kelayakan terbang yang harus memenuhi syarat. Pelayanan tetap harus prima. Biaya bisa ditekan tanpa mengurangi kenyamanan," ucap dia.

Baca Juga: Liburan Keliling Dunia, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Bagi-bagi Uang Jutaan Rupiah untuk Karyawannya

Di tahun ini Menag juga memastikan ada beberapa tambahan layanan bagi Jemaah Haji. Seperti fast track yang kini diberlakukan tidak hanya untuk mereka yang berangkat dari Soekarno Hatta tetapi juga di Bandara Juanda, Surabaya. Fast track adalah layanan dini imigrasi Arab Saudi yang dibuka di bandara asal penerbangan atau embarkasi.

"Kami juga memberi cadangan lima persen dari kuota untuk Lansia. Ini karena terlalu banyak, kalau dibiarkan mungkin peluang untuk bisa berangkat sangat kecil, karena ada yang usia 95 tahun sudah menunggu tiga empat tahun. Dengan demikian mereka mendapat kesempatan yang adil buat berangkat," ucap dia.

Baca Juga: Mudah Didapat di Pasar, Simak 2 Buah yang Bisa Buat Kulit Makin Bersinar

Menurut Fachrul total cadangan kuota yang disiapkan tahun ini sebenarnya 10 persen. Ini lebih banyak lima persen dibanding kuota cadangan tahun lalu. Namun, cadangan lima persen dinilai terlalu sedikit karena ketika ada Jemaah Haji yang meninggal dan tak bisa berangkat, Jemaah Haji yang masuk kuota cadangan banyak yang mengaku belum siap. Hal ini membuat Indonesia kehilangan kuota cadangan sebanyak 1268.

"Ini kan besar sekali, karena kuota itu mahal. Maka mulai tahun ini cadangan dinaikkan 10 persen. Dengan demikian peluang untuk hilang jadi lebih kecil. Dan di antara cadangan 10 persen ini, lima persen di antaranya untuk Lansia," ucap dia.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X