Masuk Zona Merah, Kinerja Satgas Hingga ke Tingkat RT Tasikmalaya Dipertanyakan

- 21 November 2020, 06:20 WIB
Ilustrasi Covid-19 /Pixabay


PIKIRAN RAKYAT - Pada pekan ini, Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Barat menetapkan Kabupaten Tasikmalaya masuk ke dalam zona merah Covid-19, atau risiko penularan virus tinggi. Padahal sebelumnya kasus Covid-19 sempat terkendali meski terjadi penambahan kasus.

Hal itu pun mendapatkan sorotan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi. Dirinya menilai, peningkatan kasus ini dipicu karena kelalaian masyarakat dan banyak yang tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) melalui pelaksanaan 3M yakni Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker, dan menjaga jarak.

"Akan tetapi kelalaian masyarakat yang mulai kendor protokol kesehatan itu bukan tanpa sebab. Salah satunya dari pengawasan yang dilakukan oleh Satgas sangat lemah," jelas Ami, Jumat, 20 November 2020.

Baca Juga: Digigit Ular Cobra, Seorang Pria Alami Kebutaan hingga Lumpuh Saat Berjuang Lawan Covid-19

Politisi PKB ini bahkan mempertanyakan kinerja dan pengawasan Satgas Covid-19 dalam upaya pencegahan penyebaran virus yang menjadi pandemi dunia tersebut. Padahal, satgas sudah dibentuk hingga tingkat RT dan anggaran yang disiapkan pun cukup besar.

"Di mana anggaran dari BTT saja itu sudah Rp 90 miliar. Satgas sudah dibentuk hingga tataran RT, tapi kinerjanya tidak terlihat. Ini harus menjadi evaluasi pemerintah," ujar Ami.

Ditambahkan Ami, pihaknya pun lantas bingung ketika ditanya soal penanggulangan Covid-19. Sebab satgas terkesan tidak membuka secara utuh informasi seputar kasus-kasus yang terjadi.

Baca Juga: Trump dan Sekutunya Ambil Langkah Panik Gulingkan Kemenangan Biden

Selain itu, tidak mengutarakan program perihal yang tengah dijalankan.

"Dengan ada UU 22 tahun 2020 yang berbunyi DPRD tidak dimintai persetujuan terkait penggunaan anggaran Covid-19, kita jadi kebingungan. Kita akui informasi ke kita juga tidak ada," papar Ami.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, berubahnya status penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar disebabkan meningkatnya kasus terkonfirmasi di daerah itu. Sebab terdapat pertimbangan lain yang digunakan untuk menentukan status zona merah.

Baca Juga: Di Tengah Akselerasi Kualitas Penyaluran KUR BRI Tetap Terjaga

"Misalnya, banyak warga kabupaten yang terkonfirmasi tapi posisinya berada di daerah lain," kata dia, Jumat, 20 November 2020.

Atang mengatakan, data warga Kabupaten Tasikmalaya yang terkonfirmasi di luar daerah itu masuk secara langsung ke data di pusat. Namun, data itu tidak masuk ke kondisi di Kabupaten Tasikmalaya.

Sebab ujar dia, hingga Jumat 20 November 2020 siang, berdasarkan data yang tampil dalam laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, total kasus terkonfirmasi positif berjumlah 343 orang. Sebanyak 48 orang masih menjalani perawatan, 290 orang sembuh, dan 5 orang meninggal dunia.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X