Zona Merah di Jabar Tinggal Satu Wilayah, Ridwan Kamil: Klaster Rumah dan Kantor Masih Naik di Depok

- 26 Oktober 2020, 19:46 WIB
Dokumentasi. Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar dalam konferensi pers usai rapat mingguan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 28 September 2020. /DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

PIKIRAN RAKYAT - Setelah sempat dua hingga tujuh daerah dinyatakan masuk wilayah zona merah, pada pekan ini hanya satu daerah di Jawa Barat yang masuk zona merah yaitu Kota Depok.

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Kota Depok kembali masuk zona merah dikarenakanpergerakan dan kluster rumah tangga dan perkantoran masih meningkat.

“Berita baik berikutnya adalah zona merah kita tinggal 1. Sempat 4, 7, 5, 3, 2 minggu lalu Kabupaten Bekasi ke Cirebon, sekarang tinggal satu yaitu Kota Depok kembali merah karena pergerakan dan klaster rumah dan perkantoran itu ternyata masih meningkat,” ujar Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 26 Oktober 2020.

Baca Juga: 20 Kategori yang Diprioritaskan Menerima Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Diakui dia, terkait perkembangan Covid-19 dan ekonomi Jawa Barat hari ini banyak perkembangan yang baik dan juga yang situasinya belum baik.

“Yang baik angka reproduksi Covid-19 kita sudah turun di bawah satu di angka 0,98 persen. Kemudian penggunaan rumah sakit juga dengan menurun 56%. Tapi ada kenaikan kematian sedikit dari 1,9% menjadi 2%.”ujar dia.

Selain itu, kabar baik lainnya yaitu jumlah tes sudah melebihi standar WHO secara total. Tes PCR di Jabar sudah ada di angka 526.000 berarti sudah lewat dari 1% jumlah penduduk Jabar.

Baca Juga: Wali Kota Tasik Ditahan KPK, Ridwan Kamil Titip Pesan untuk Warga, 'Ada Kesulitan Kontak Gubernur'

Kemudian, lanjut Ridwan, pelanggaran terus ditegakkan penegakannya aturan. Saat ini ada 32,8 ribu pelanggaran total sampai sekarang, di mana 30.000 nya adalah pelanggaran individu.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X