Kasus Covid-19 di Pesantren Akan Terus Bertambah, Sejumlah Ponpes di Garut Hentikan Aktivitas

- 26 Oktober 2020, 08:09 WIB
Sekretaris Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani. /Pikiran-rakyat.com/Aep Hendy

PIKIRAN RAKYAT - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Garut memutuskan untuk menghentikan sementaara aktivitas di sejumlah pesantren yang menjadi klaster penyebaran Covid-19

Hal ini dilakukan untuk mencegah kian parahnya penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren seperti yang terjadi dalam kurun dua hari terakhir.

"Menyusul adanya sejumlah pesantren yang menjadi klaster penyebaran Covid-19, maka  untuk saat ini aktivitas di pesantren yang terdapat kasus Covid-19 dihentikan sementara. Sedangkan untuk pesantren lainnya, saat ini aktivitas masih berjalan seperti biasanya," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, Minggu, 25 Oktober 2020.

 Baca Juga: Pos Indonesia Sukses Salurkan BST Pemerintah

Untuk pesantren yang masih beraktivitas, Leli mengingatkan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.  Hal ini dinilainya sangat penting mengingat suasana di pesantren yang rata-rata sudah seperti di lingkungan keluarga sehingga sering lupa menerapkan protokol kesehatan dan ini menjadi penyebab cepatnya penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren.

Terkait kemungkinan menghentikan aktivitas pesantren secara keseluruhan di Kabupaten Garut, menurut Leli hal itu bukan merupakan kewenangan pihaknya, akan tetapi kewenangan Gugus Tugas. Adapun kewenangan Dinas Kesehatan hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi dan imbauan.

Dikatakan Leli, saat ini sejumlah pesantren di Kabupaten Garut  telah menjadi klaster penyebaran Covid-19. Berdasarkan laporan pihak Gugus Tugas, terdapat ratusan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari lingkungan pesantren yang ada di Garut.

 Baca Juga: Jadi Jomblo, El Rumi Akui Hatinya Kosong dan Kerap Kesepian, Dul Jaelani: Kosong ya, Kasian Kakakku!

Menurutnya, saat ini di Garut terdapat dua pesantren yang ditemukan banyak kasus Covid-19, yakni pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Pangatikan dan  Kecamatan Balubur Limbangan. Selain dua pesantren itu, terdapat pesantren lainnya yang ditemukan kasus positif Covid-19, meski dalam jumlah kecil.

"Pesantren yang terdapat kasus konfirmasi positif Covid dalam jumlah yang banyak yakni Pesantren Cipari Kecamatan Pangatikan dan Pesantren Cijolang, Kecamatan Balubur Limbangan. Selain dua pesantren itu, memang ada pesantren lainnya yang juga terdapat kasus terkonfirmasi positif, akan tetapi jumlahnya sedikit," katanya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X